Bolehkah Berkurban dengan Cara Kredit?

1
718

BincangSyariah.Com – Di bulan Zulhijjah, selain banyak umat Muslim yang sangat antusias melaksanakan ibadah haji, juga tak kalah banyak yang sangat antusias melakukan ibadah kurban. Bahkan berbagai macam cara dilakukan agar di bulan Zulhijjah bisa berkurban, ada yang menabung sejak bulan-bulan sebelumnya, ada yang berhutang, ada juga dengan cara kredit atau membayar dengan cara dicicil. Bolehkah berkurban dengan cara kredit?

Melakukan ibadah kurban termasuk perkara yang sangat dianjurkan atau sunnah muakkadah. Bahkan termasuk amalan yang sangat dicintai oleh Allah. Karena itu, bagi orang memiliki kelapangan harta, ia sangat dianjurkan melakukan ibadah kurban ini. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah, Nabi Saw bersabda;

من وجد سعة فلم يضح فلا يقربن مصلانا

Barangsiapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berkurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat kami.

Adapun mengenai berkurban dengan cara kredit, maka menurut ulama Hanabilah hukumnya boleh dan bahkan dianjurkan bagi orang yang mempunyai dugaan kuat bisa melunasinya. Dia sudah dinilai memiliki kelapangan harta dan mampu meski pada saat ingin berkurban dia tidak memiliki uang atau harta.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu berikut;

والقادر عليها عند الحنابلة هو الذي يمكنه الحصول على ثمنها ولو بالدين اذا كان يقدر على وفاء دينه

Orang dinilai mampu oleh ulama Hanabilah adalah orang yang bisa mendapatkan harga hewan kurban meski dengan cara berhutang, dengan catatan dia mampu membayar hutang tersebut.

Dengan demikian, berkurban dengan cara berhutang atau kredit hukumnya boleh apalagi jika yakin bisa melunasinya.

Baca Juga :  Akikah dan Akomodasi Islam Terhadap Budaya

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here