Bolehkah Berhenti Membaca Al-Qur’an untuk Memuliakan Kedatangan Guru?

0
462

BincangSyariah.Com – Membaca Al-Qur’an merupakan tradisi baik yang dilakukan oleh ulama-ulama salaf. (baca: tradisi ulama salaf mengkhatamkan Al-Qur’an). Karena itu, sebagai pengikut ulama salaf, kita juga sudah semestinya mengikuti mereka dalam membiasakan membaca Al-Qur’an. Orang-orang yang mengajarkan Al-Qur’an pun mendapatkan posisi istimewa sebagaimana hadis riwayat sahabat Utsman yang mendengar Nabi saw. bersabda:

خيركم من تعلم القرآن وعلمه رواه البخاري

Orang terbaik di antara kalian itu orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)

Jika kita sedang enak-enaknya membaca Al-Qur’an atau mempelajari ulang apa yang sudah diajarkan guru pada kita di dalam kelas atau masjidnya misalnya, kemudian guru kita datang, apakah kita lebih baik melanjutkan membaca atau berhenti sejenak hanya untuk sekedar berdiri mencium tangan guru?

Syekh Ahmad Zaini Dahlan dalam fatwa nomor 89 dalam kitab Muhimmat an-Nafais memfatwakan kebolehan berhenti sejenak membaca Al-Qur’an untuk berdiri dan mencium tangan guru. Kita dapat mengerti dan memahami Al-Qur’an atau ilmu agama lainnya itu karena berkat guru. Karena itu, sudah sepatutnya kita juga menghormati orang yang menjadi perantara bagi kita untuk memelajari Al-Qur’an.

 

Baca Juga :  Benarkah Rasulullah Memerangi Non-Muslim Hingga Masuk Islam?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here