Bolehkah Berzikir dengan Mengulang-ulang Nama-nama Allah dalam Al-Asma’ Al-Husna?

0
8029

BincangSyariah.Com – Di dalam surah Ar-Ra’d ayat 28 disebutkan bahwa cara menentramkan hati adalah dengan berzikir, yakni menyebut atau mengingat Allah Swt. Bentuk bacaan zikir pun beragam, subhanallah, alhmadulillah, Allahu Akbar, dan lain sebagainya. Lalu, bagaimana jika kita berzikir dengan mengulang-ulang nama-nama Allah swt. dalam Al-Asma’ Al-Husna? Bolehkah menurut aturan syara’?

Menurut syara’ tidak ada larangan beribadah dengan cara (zikir) menyebut-nyebut nama Allah Swt. dengan mengulang-ulang lafal Allah atau Al-Asma’ Al-Husna lainnya. Perintahnya adalah mutlak agar berzikir sebanyak-sebanyaknya, tidak ada keharusan dengan shighat tertentu, tidak ada larangan untuk berzikir dengan bacaan apapun selama zikir tersebut layak dan tidak mengandung unsur yang tidak diperbolehkan.

Bahkan zikir dengan cara mengulang-ulang nama Allah Swt. atau Al-Asma’ Al-Husna itu disyariatkan oleh agama. Hal ini didasarkan pada hadis sebagai berikut.

عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآله وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى لَا يُقَالَ فِي الْأَرْضِ: اللهُ، اللهُ» رواه مسلم في “صحيحه”

Dari Anas r.a., bahwasannya Rasulullah saw. bersabda, “Hari Kiamat tidak akan datang sampai lafal “Allah…Allah…” tidak disebutkan di bumi.” (H.R. Muslim)

عَنْ أَسْمَاءَ ابْنَةِ عُمَيْسٍ رضي الله عنها قَالَتْ: عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآله وَسَلَّمَ كَلِمَاتٍ أَقُولُهُنَّ عِنْدَ الْكَرْبِ: «اللهُ اللهُ رَبِّي لَا أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا» رواه أبو داود وابن ماجه

Dari Asma’ binti Umais r.a., ia berkata, “Rasulullah saw. telah mengajarkanku kata-kata yang dapat aku ucapkan ketika sedang galau/sedih, yakni Allahu Allahu rabbii, laa usyriku bihi syaian/Allah... Allah adalah tuhanku, aku tidak akan menyekutukanNya dengan sesuatu apapun.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)

Bahkan di dalam sunan Ibnu Majah dan Shahih Ibn Hibban terdapat riwayat yang masyhur tentang Bilal bin Rabbah yang sering mengulang-ulang berzikir “Ahad…Ahad….” yang artinya Esa…Esa…, yakni Allah Swt. lah yang Maha Esa. Bacaan zikir tersebut juga dibaca berulang-ulang oleh Bilal bin Rabbah ketika ia disiksa oleh majikannya dan dipaksa untuk kafir atau keluar dari agama Allah Swt.

Dengan demikian, maka mengulang-ulang lafal Allah Swt. atau nama-namaNya yang lain yang disebut juga dengan Al-Asma’ Al-Husna adalah diperbolehkan dan tidak dilarang oleh syariat. Bahkan salah satu manfaat dari Al-Asma’ Al-Husna adalah dapat kita sebut tergantung dengan hajat/kebutuhan kita. Misalnya kita sedang butuh dana/uang, maka kita dapat berzikir dengan menyebut-menyebut kata Ya Razzaaq Ya Razzaq/ Wahai Pemberi Rezeki Wahai Pemberi Rezeki. Atau ingin dijadikan sebagai hamba yang memiliki sifat lembut, maka kita dapat berzikir dengan mengulang ulang lafal Ya Lathiif Ya Lathiif/ Wahai Zat yang Lembut Wahai Zat yang Lembut. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here