Bisakah Ruh Seseorang Kembali Menemui yang Masih Hidup?

1
1387

BincangSyariah.Com – Beberapa orang seringkali pernah memikirkan atau bahkan mengaku pernah bertemu ruh dari salah seorang yang mereka kenal. Atau, ada juga yang mengaku dalam keadaan sadar melihat sosok yang sangat sama dengan yang mereka kenal namun ia sudah wafat. Bahasa sederhananya, disamperin. Lalu, orang itu meyakini kalau yang ia temui adalah ruh orang yang ia kenal tersebut. Pertanyaannya, sebenarnya bisakah ruh seseorang kembali menemui yang masih hidup?

Untuk menjawab ini, saya sepenuhnya mengolah jawabannya dari jawaban ulama besar asal Maroko, Syaikh Abdullah bin Shiddiq al-Ghumari dalam buku kompilasi fatwanya berjudul al-Hawi li al-Fatawi al-Ghumariyah. Sebagai pengingat saya sendiri, saya pernah menulis biografi kakak beliau, Syaikh Ahmad beserta kemasyhuran keluarga ulama yang berada di wilayah Tangier (Arab: Thonjah, wilayah paling utara Maroko, di pinggir pantai yang langsung menghadap ke selat Gibraltar) yang nasabnya bersambung kepada keturunan Rasulullah yang pertama kali tiba di wilayah yang kini dikenal sebagai negara Maroko.

Kembali ke persoalan ruh, seperti diketahui kalau ruh itu ada ruh orang yang beriman dan tidak. Ruh orang yang beriman, akan berada di suatu tempat bernama alam barzakh, dan ia bisa sesekali mengunjungi pusaranya sendiri. Sementara, ruh orang yang tidak beriman kepada Allah, ia akan berada di suatu tempat yang menyedihkan yang dihadapkan ke pintu neraka. Itu merupakan bagian dari siksa kepadanya dan akan diteruskan di hari kiamat kelak jika ia wafat dalam keadaan tidak beriman. Namun, ruh yang kondisinya tersiksa tersebut, juga diizinkan melihat yang masih hidup. Tapi yang perlu digarisbawahi adalah, kesemuanya tidak bisa bertemu dalam pengertian saling melihat dengan yang masih hidup.

Baca Juga :  Benarkah Ruh Hewan juga Dicabut Malaikat Maut?

Dalam fatwa tersebut, Syaikh Abdullah juga menegaskan bahwa apalagi yang hidup, tidak bisa sama sekali melakukan upaya untuk “mendatangkan” ruh dari alam barazkh – orang yang mereka kenal misalnya – untuk bertemu. Beliau, dalam fatwa tersebut, menyoroti perilaku sebagian orang-orang barat yang katanya punya seperangkat cara untuk mendatangkan ruh. Beliau menegaskan kalau hal tersebut adalah sesuatu yang batil, betapapun mereka mengatakan mereka sepakat kalau hal itu benar, tapi itu tidak berlaku bagi muslimin. (h. 51)

Di halaman selanjutnya, beliau memberikan penjelasan bahwa kalaupun mau dicari perspektif yang tepat, maka maksud yang sudah mati menemui orang yang masih hidup, hakikatnya bukanlah ruh dari orang yang sudah wafat. Ia disebut dengan qarin, sosok jin yang sebenarnya selalu melekat dengan tubuh manusia apapun, dan saat manusianya wafat, ia akan meninggalkannya dan menjadi bagian dari kelompok jin dan setan. Tugas mereka, hakikatnya sama, yaitu menyesatkan manusia. Mereka juga Allah anugerahi kemampuan untuk berubah-rubah wujud, termasuk mewujud dengan sosok “tuannya” yang sudah wafat. Jadi, tegas Syaikh Abdullah, kemungkinan yang ditemuipun adalah jin dari manusia yang sudah wafat. Qarin itu, karena lamanya bersama tuannya, membuat ia bisa meniru bahkan menceritakan tentang manusia yang ia lekatkan dulu. Namun, Syaikh Abdullah menjelaskan, hakikatnya mereka tetap melakukan hal yang sama, yaitu menyesatkan manusia.

Kesimpulannya, ruh seseorang kembali menemui yang masih hidup, itu tidak benar sama sekali. Tetapi jin yang terus melekat pada diri setiap manusia (qarin), bisa menemui yang masih hidup. Meskipun, manusia harus berhati-hati bahwa qarin adalah bagian dari jin, yang jobdesk utamanya adalah menyesatkan manusia. Wallahu A’lam.

1 KOMENTAR

  1. […] Berselang kemudian setelah kepergian malaikat Kiraman Katibin, lalu masuklah malaikat maut, dari sisi kanan merupakan malaikat  rahmat sementara di sisi kiri adalah malaikat azab. Sewaktu ruh sudah mencapai tenggorokan, inilah waktunya malaikat maut menjalankan tugasnya. Jikalau ruh tersebut termasuk golongan orang yang selamat maka yang mencabutnya adalah malaikat rahmat, sementara kalau sebaliknya maka yang mengambil ruh tersebut adalah malaikat azab. (Baca: Bisakah Ruh Seseorang Kembali Menemui yang Masih Hidup?) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here