Bisakah Perempuan Mendapat Kesunahan Mandi Jumat ?

1
29

BincangSyariah.Com – setiap hari jumat, kita sering melihat postingan status media sosial terkait kesunahan – kesunahan pada hari Jum’at. Kesunahan tersebut seperti membaca surat al-kahfi, memperbanyak membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. atau mandi jum’at.

Akan tetapi, mandi jum’at tersebut biasanya dipahami bagi orang yang melaksanakan sholat Jum’at di masjid. Lalu, apakah wanita atau kaum perempuan dapat mendapatkan kesunahan mandi Jum’at tersebut ?

Sebagaimana kita ketahui bersama, perempuan adalah orang yang tidak wajib untuk melaksanakan sholat Jum’at. Banyak sekali kitab-kitab fiqih yang telah menerangkannya. Diantaranya adalah Syekh Ibn Qosim al-Ghozi dalam Fath al-Qarib menulis dengan demikian,

فصل : شرائط وجوب الجمعة سبعة اشاء الإسلام والبلوغ والعقل و الحرية والذكورية والصحة والاستيطان

Pasal menjelaskna tentang wajibnya sholat Jum’at itu ada tujuh hal, yakni: beragama islam, baligh, berakal, laki-laki, orang merdeka, sehat dan berdomisili.

Memperjelas keterang tersebut, Syekh Ibrohim Al-Baijuri dalam Hasyiyah al-Baijuri memberikan catatan pinggir (hasyiyah) seperti berikut,

فلا تجب الجمعة على كافر اصلي و صبي ومجنون و رقيقز أنثى و مريض و نحوه و مسافر

maka sholat tidak wajib bagi orang kafir asli, anak kecil, orang gila, budak, perempuan, orang yang sakit dan semacamnya dan orang musafir.

Sedang dalam pembahasan kesunahan mandi jum’at, barangkali kita perlu memahami mandi jum’at itu sendiri dan kesunahan tersebut diperuntukkan bagi siapa. Pertama, di dalam kitab fathul qorib-nya pada bab mandi-mandi yang disunahkan, Syekh Ibn Qosim al-Ghazi menjelaskan bahwasanya mandi jum’at ini  diperuntukkan bagi orang yang menghadiri sholat Jum’at. Beliau menulisnya dengan redaksi seperti berikut,

فصل والإغتسالات المسنونة سبعة عشر غسلا : غسل الجمعة لحاضرها ووقته من الفجر الصادق

Baca Juga :  Ini Cara Niat Mandi Sunah Salat Jumat dan Keutamaannya

mandi-mandi yang disunahkan itu ada tujuh belas macam, diantaranya mandi jum’at bagi orang yang menghadiri sholat jum’at. Dan waktu mandi sunah itu sejak terbitnya fajar shodiq.

Secara sekilas, kita akan memahami bahwasanya kesunahan mandi jum’at ini bagi mereka yang (wajib) menghadiri sholat jum’at, yakni laki-laki. Akan tetapi, Syekh Ibrohim al-Baijuri menjelaskan (mensyarahi) redaksi tersebut dalam Hasyiyah al-Baijuri,

قوله (لحاضرها) وفي نسخة لحاضريها بصيغة الجمع وعلى كل فالمراد من يريد حضورها وان لم تجب عليه بل ولو حرم عليه الحضور كما لوحضرت المرأة بغير اذن زوجها لحديث : من اتى الجمعة الجمعة من الرجال و النساء فليغتسل ومن لم يأتها فليس عليه شيء

“Lafaz (bagi orang menghadiri sholat ju’mat) dalam naskah lain menggunakan bentuk kata jamak, bermakna wajib bagi semuanya. Artinya, kesunahan mandi jum’at bagi orang yang hendak pergi atau menghadiri sholat jum’at sekalipun sholat jum’at tidak wajib baginya. Bahkan sekalipun ia haram untuk menghadiri sholat jum’at sebagaimana (kasus) seorang isteri yang hadir sholat jum’at tanpa izin suaminya. Hal ini didasarkan pada hadits nabi : “barangsiapa mendatangi sholat jum’at dari kalangan laki-laki dan perempuan maka mandilah. Barangsiapa yang tidak mendatangi sholat jum’at maka tidak ada kesunahan apapun baginya.”

Dari keterangan tersebut sangat jelas, yang dimaksud dengan kesunahan mandi jum’at bagi orang yang menghadiri sholat jum’at adalah orang yang berkehendak (memiliki kehendak) untuk melaksanakan sholat jum’at. Sekalipun sholat jum’at tidak wajib baginya, seperti wanita. Hal ini didasarkan pada hadits yang telah disebutkan di atas.

Sekian. Terima kasih. Wallahu a’lam. 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here