Hukum Memburu Berkah Melalui Sandal Ulama

0
271

BincangSyariah.Com – Segala berkah dan kebaikan tentu hanya milik Allah semata. Dialah Sang Pemilik segala kebaikan dalam dunia dan akhirat. Lantas bagaimana bisa memburu berkah kepada selain Allah? Sama halnya dengan rezeki. Hanya Allah sang pemberi rezeki, namun Allah tidak memberinya langsung dari langit. Melainkan melalui sejumlah relasi dan orang-orang pilihan tentunya. Demikian pula dengan konsep berkah yang kita bisa memburunya lewat orang terdekat-Nya.

Pernahkan menyaksikan santri rebutan dalam menata sandal guru atau sang kiai? Mungkin sebagian ada yang langsung mengerutkan dahi ketika menyaksikan fenomena tersebut. Namun bagi dia yang sudah mengenyam pendidikan di pesantren, hal tersebut adalah pemandangan indah yang sayang untuk dilewatkan. Jika ada yang bertanya apa tujuan mereka melakukan hal tersebut? Jawabannya adalah memburu berkah guru atau sang kiai. Jika masih ada yang bertanya lagi, memang bisa memburu berkah melalui sandal? Maka jawabannya adalah di bawah ini.

Dalam sebuah kitab yang berjudul “al-Fawaid al-Mukhtar li Saliki Thoriq al-akhirah”, Habib Zain bin Ibrahim bin Smith menjelaskan:

التبركُ بالنعلين من الولي أفضلٌ منه بغيرهما لأنهما يحملان الجثة كلها، أو ما هذا معناه

Memburu berkah melalui sandal seorang wali amalan yang utama. Karena sandal digunakan untuk membawa jasad seutuhnya.”

Dengan demikian dapat diketahui bersama bahwa memburu berkah itu bisa melalui sandal. Sandal banyak berjasa bagi pemiliknya. Sebagaimana  disebutkan di atas bahwa sandal yang membawa jasadnya, sandal pun bisa dijadikan sasaran untuk dicari berkahnya. Sahabat Salam yang hidup di masa Rasululah, dia selalu datang ke masjid lebih awal hanya untuk bisa merapikan dan membalik posisi sandal Rasulullah.

Hal itu dilakukan setiap hari sehingga membuat Rasulullah penasaran untuk mengetahui siapa yang melakukan itu. Setelah mengetahui bahwa sang penata sandal itu adalah Salam, Rasulullah mendoakannya agar menjadi orang alim dalam ilmu dan fiqh.

Baca Juga :  Doa Mohon Kebaikan dalam Harta dan Anak

Rupanya para sahabat juga berburu berkah kepada Rasululah dengan barang-barang yang digunakan Rasulullah, seperti cangkir. Hajjaj ibn Hassan mengatakan, saat itu ia dan gerombolan sedang berada di rumah Anas dan ia membawa cangkir dari suatu kantong hitam. Sebuah cangkir yang pernah digunakan oleh Rasulullah saat itu. Anas menyuruh agar cangkir tersebut diisi air dan kami minum air dari situ serta  menuangkan sedikit ke atas kepala dan juga ke muka kami dan mengirimkan salawat kepada Nabi Saw.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here