BI Kenalkan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), Sebagai Instrumen Wakaf Kontemporer yang Aman

0
482

BincangSyariah.Com – Selain masalah edukasi, salah satu faktor masyarakat masih enggan berwakaf adalah faktor trust kepada lembaga pengumpul wakaf, dalam hal ini Bank Syariah. Untuk itu, menurut Edi dari Devisi Kerjasama Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia menilai perlu diterapkan strategi lain untuk mencapai target itu, termasuk dengan menerbitkan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS). Ini merupakan instrumen wakaf kontemporer yang dinilai aman dan benefitnya diawasi oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) merupakan program BWI dan Kementerian Agama bersama kemeterian Keuangan dengan BI sebagai fasilitator. Perolehan bagi hasil dari sukuk oleh BWI akan digunakan untuk program sosial.

“Jadi diperuntukkan untuk program sosial BWI, program pertama akan digunakan membangun retina center di rumah sakit mata di Serang, Banten, sebagai fasilitas pengobatan mata gratis bagi kaum dhuafa,” kata Edi dalam acara Halal bi Halal dan Bincang Wakaf, di Hotel Aone, Jakarta Pusat, pada Selasa (09/07/19).

Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) tidak harus permanen boleh temporer yang mana dana awal akan kembali ke nasabah, tapi selama tiga tahun pertama bagi hasil dari sukuk itu akan digunakan untuk mauquf alaihi. Wakaf bisa dilakukan dengan minimal nominal Rp 3 juta dan minimum jangka waktu 3 tahun. “Jadi yang menjadi wakafnya adalah hasil dari sukuk selama tiga tahun,” ujar Edi.

Selain diperuntukkan bagi program-program sosial BWI, Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) merupakan instrumen yang dibuat Pemerintah agar masyarakat bisa menginvestasikan wakaf uang dalam bentuk sukuk negara atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Dengan ditempatkan di SBSN, uang yang diwakafkan masyarakat akan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan dan kemartabatan Indonesia.

Baca Juga :  BWI Gandeng 18 Bank Syariah untuk Dukung Gerakan Wakaf Uang

Imam T Saptono, Wakil Ketua Pelaksana BWI berharap dengan program tersebut Indonesia bisa menjadi negara kuat seperti negara Jepang yang memiliki suku bunga surat utang cukup rendah karena seluruh surat utangnya hampir 90% dibeli oleh rakyatnya sendiri.

“Dengan demikian Indonesia akan menjadi negara yang kuat karena kekuatan ekonomi rakyat,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here