Berzikir Lebih Utama dari Berjihad?

0
146

BincangSyariah.Com – Imam Nawawi dalam kitab Al-Azkar menyebutkan bahwa keutamaan zikir sangat banyak, di antaranya orang yang banyak berzikir lebih utama daripada orang yang berperang di jalan Allah. Beliau mengenengahkan sebuah riwayat di dalam kitab Sunah Tirmidzi dan Musnad Ahmad disebutkan sebuah hadis melalui Abu Sa’id al-Khudri Ra

أن رسو ل الله صلى عليه وسلم سئل: أي العبادة أفضل درجة عند الله تعالى يوم القيامة؟ قال: الذاكرون الله كثيرا، قلت: يا رسول الله! ومن الغازي في سبيل الله عز وجل؟ قال: لو ضرب بسيفه في الكفار والمشركين حتى ينكسر ويختصب بسيفه دما لكان الذاكرون الله أفضل منه درجة

Bahwa Rasulullah Saw pernah ditanya, “Ibadah apakah yang lebih utama derajat (pahala)nya di sisi Allah pada hari kiamat?” Nabi Saw bersabda, “Orang-orang yang banyak berzikir kepada Allah Swt.” AKu bertanya, “Wahai Rasulullah, juga lebih utama dari orang yang berperang di jalan Allah?” Nabi menjawab, “Seandainya ia memukulkan pedangnya di dalam pasukan kaum kafir dan kaum musyrik hingga pedangnya patah dan berlumuran darah, niscaya orang-orang yang berzikir kepada Allah Swt masih lebih utama darinya.” (HR. Tirmizi, Ahmad & Hakim)

Imam Albani menilai hadis di atas shahih. Hadis ini menunjukkan keutamaan zikir dari pada perang. Selain itu terdapat hadis shahih lain yang semakna yang menerangkan tentang keutamaan orang berzikir dibandingkan berperang. Yaitu hadis yang diriwayatkan di dalam kitab Sunan Tirmidzi dan Sunan Ibnu Majah melalui Abu Darda’ Ra bahwa Rasulullah pernah bersabda

ألا أنبئكم بخير أعمالكم وأزكاها عند مليككم، وأرفعها في درجاتكم، وخيركم من إنفاق الذهاب والورق، وخيركم من أن تلقوا عدوكم فتضربوا أعناقهم، قالوا: بلى، قال: ذكر الله تعالى

Baca Juga :  Tips Nabi agar Zikir Memiliki Pengaruh dalam Hidup

“Maukah kuceritakan kepada kalian tentang amal perbuatan yang paling baik buat kalian, paling suci (berharga) di sisi kalian, dan paling banyak mengangkat derajat (pahala) kalian; dan lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, serta lebih baik bagi kalian daripada perang menghadapi musuh kalian, lalu kalian memukul leher mereka dan mereka memukul leher kalian?” Mereka menjawab, “Tentu saja kami mau.” Nabi Saw bersabda, “Berzikir kepada Allah Swt.” (HR. Tirmidzi & Ibnu Majah)

Imam Hakim di dalam kitab al-Mustadrak ‘Ala Shahihain-nya mengatakan bahwa sanadh hadis ini berpredikat shahih.

Imam Nawawi mencantumkan kedua hadis di atas di dalam kitab Al-Azkar miliknya, yang konon beliau peruntukkan untuk tuntunan ibadah bagi orang-orang yang berzikir. Ini menunjukkan bahwa keutamaan pahala zikir lebih baik dibandingkan berperang menebas nyawa lawan dengan pedang atau semisalnya.

Pada zaman dahulu di mana Islam dimusuhi saja Nabi Muhammad mengatakan derajat orang yang berzikir lebih mulia daripada orang yang berperang, maka bagaimana dengan sekarang dimana umat Islam mampu menjalankan tuntutan agama dengan bebas dan aman. Tentu berzikir masih lebih mulia dari pada perang yang mengatasnamakan jihad, yang definisi jihadnya saja berbeda dengan jihad yang dilaksanakan Rasulullah. Wallahu’alam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here