Keistimewaan Orang-orang yang Bertekad Meninggalkan Dosa

0
1079

BincangSyariah.Com – Dalam bahasa Arab, dosa disebut denagn ungkapan dzanbun atau itsmun, yang bermakna mengerjakan sesuatu yang tidak diperbolehkan. Sedangkan dosa yang sering kita maksud dalam sehari-hari adalah segala sesuatu yang bertentangan dengan perintah Alah, baik berkaitan dengan melakuakn sesuatu atau meninggalkannya.

Statsus kita sebagai manusia adalah berbeda dengan malaikat dan iblis. Malaikat adalah makhluk yang penuh kesucian dan kemuliaan dengan tabiatnya yang selalu patuh dan taat kepada Tuhan. Tetapi hakikat manusia juga berlainan dengan iblis yang statusnya durhaka selama-lamanya. (Kekhawatiran Ulama terhadap Perbuatan Dosa Orang Lain)

Manusia berada di antara keduanya, yang sewaktu-waktu dapat naik ke jenjang kemuliaan dan kesucian tetapi juga sewaktu-waktu terjerumus ke dalam lembah kehinaan dan kedurhakaan bila berkawan dengan iblis.

Oleh karena itu manusia memerlukan ampunan dari-Nya, dan sebaik-baik manusia adalah manusia yang mau memohon ampun kepada-Nya atas setiap salahnya.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

كُلُّ بَنِيْ آدَمَ خَطَاءٌ وَ خَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّبُوْنَ. رَوَاهُ التِّرْمـِذِيُّ

Setiap anak adam (manusia) berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertaubat (HR Tirmidzi)

Selain menjadi manusia yang terbaik, manusia yang memohon ampun dan bertekad untuk bersungguh-sungguh meninggalkan dosa-dosa yang pernah dilakakukannya adalah manusia yang mendapatkan pertolongan dari Allah segenap penjuru. Tidak mudah memang memegang prinsip untuk meninggalkan perbuatan dosa dengan nekad yang bulat, namun khasiatnya juga tidak sembarangan. Allah menjamin berbagai pertolongan dari berbagai bentuk dan arah.

Pertolongan Allah adalah sebaik-baik pertolongan di muka bumi ini. Jika pertolongan itu sudah di depan mata dan bisa diklaim dengan bertekad meninggalkan segenap dosa, lantas nikmat Tuhan mana lagikah yang dicari?  Dalam kitab Tanbihul Mughtarrin disebutkan:

Baca Juga :  Keindahan Ahli Maksiat yang Menyesali Perbuatan Dosanya

إذآ أجمع الرجل على ترك الذنوب أتته الإمدادات الله تعالى من كل جانب

Apabila seseorang sudah bertekad meninggalkan dosa-dosanya, pasti akan datang pertolongan-pertolongan Allah dari segenap penjuru

Manakala pertolongan Allah itu sudah turun, tidak seorang pun yang mampu menahan dan mencegahnya. Bahkan, sesuatu yang dipandang mustahil oleh kita justru bisa terjadi melampaui nalar dan rencananya. Allah Mahakuasa, Pengasih, dan Penyayang. Allah sudah menjamin pertolongan-Nya untuk hamba yang bertekad meninggalkan dosa, tinggal bagaimana kita sebagai hamba-Nya mengumpulkan niat dan tekad untuk terus bisa meninggalkan segenap dosa yang dilarang oleh-Nya.

Pendek kata, meninggalkan perbuatan yang dilarang Allah itu tidak saja meminimalisir koleksi dosa kita. Melainkan jika dilengkapi dengan tekat yang besar untuk meninggalkannya, kita akan mendapatkan pertolongan Allah dari segenap penjuru. Semoga kita termasuk di dalamnya. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here