Hukum Bersuci dari Najis Menggunakan Air Zamzam, Apakah Boleh?

0
792

BincangSyariah.Com – Umumnya, air Zamzam oleh masyarakat muslim digunakan hanya untuk diminum saja. Jarang air Zamzam yang digunakan untuk mandi, apalagi untuk menghilangkan najis. Namun bagaimana hukumnya jika air Zamzam digunakan untuk bersuci dari najis, seperti digunakan untuk istinja’ dan lainnya, apakah boleh?

Mengenai masalah ini, terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Setidanya, terdapat tiga pendapat ulama mengenai kebolehan bersuci dari najis dengan menggunakan air Zamzam ini.

Pertama, menurut ulama Hanafiyah dan Syafiiyah, menggunakan air Zamzam untuk bersuci dari najis hukumnya adalah makruh. Kemakruhan ini bertujuan untuk memuliakan air Zamzam agar jangan digunakan untuk sesuatu yang kotor dan najis.

Kedua, ulama Malikiyah berpendapat bahwa menggunakan air Zamzam untuk bersuci dari najis hukumnya boleh, tidak makruh juga tidak haram.

Ketiga, menurut Imam Ahmad, menggunakan air Zamzam untuk bersuci dari najis hukumnya makruh.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

اخْتَلَفَ الْفُقَهَاءُ فِي حُكْمِ اسْتِعْمَال مَاءِ زَمْزَمَ فِي الطَّهَارَةِ مِنَ الْحَدَثِ أَوْ إِزَالَةِ النَّجَسِ عَلَى ثَلاَثَةِ أَقْوَالٍ : الْقَوْل الأْوَّل : ذَهَبَ الْحَنَفِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ وَأَحْمَدُ فِي رِوَايَةٍ وَابْنُ شَعْبَانَ مِنَ الْمَالِكِيَّةِ إِلَى جِوَازِ اسْتِعْمَال مَاءِ زَمْزَمَ مِنْ غَيْرِ كَرَاهَةٍ فِي إِزَالَةِ الأَْحْدَاثِ ، أَمَا فِي إِزَالَةِ الأْنْجَاسِ فَيُكْرَهُ تَشْرِيفًا لَهُ وَإِكْرَامًا الثَّانِي : ذَهَبَ الْمَالِكِيَّةُ إِلَى جِوَازِ اسْتِعْمَال مَاءِ زَمْزَمَ مِنْ غَيْرِ كَرَاهَةٍ مُطْلَقًا ، أَيْ سَوَاءٌ أَكَانَ الاِسْتِعْمَال فِي الطَّهَارَةِ مِنَ الْحَدَثِ أَمْ فِي إِزَالَةِ النَّجَسِ . الْقَوْل الثَّالِثُ : ذَهَبَ أَحْمَدُ فِي رِوَايَةٍ إِلَى كَرَاهَةِ اسْتِعْمَالِهِ مُطْلَقًا أَيْ فِي إِزَالَةِ الْحَدَثِ وَالنَّجَسِ

Ulama fiqih berbeda pendapat terkait hukum bersuci dengan air Zamzam, baik bersuci dari hadas maupun dari najis, terbagi menjadi tiga pendapat. Pendapat pertama, ulama Hanafiyah dan Syafiiyah, juga Imam Ahmad dalam satu riwayat dan Ibnu Sya’ban dari ulama Malikiyah, berpendapat bahwa boleh menggunakan air Zamzam untuk menghilangkan hadas tanpa makruh. Adapun untuk menghilangkan najis, maka hukumnya makruh karena memuliakan air Zamzam.

Baca Juga :  Doa Sahabat Ibnu Abbas Saat Meminum Air Zamzam

Pendapat kedua, ulama Malikiyah berpendapat mengenai kebolehan menggunakan air Zamzam tanpa makruh secara mutlak, baik untuk menghilangkan hadas maupun najis. Ketiga, Imam Ahmad dalam satu riwayat memakruhkan menggunakan air Zamzam secara mutlak, baik untuk menghilangkan hadas maupun najis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here