Berpakaian Ada yang Sunah dan Haram, Ini Kriterianya

3
1605

BincangSyariah.Com –Berpakaian termasuk kebutuhan pokok manusia sehari-hari. Bahkan dalam Islam, berpakain termasuk perkara pokok ajarannya. Karena ada sejumlah ibadah pokok yang tidak sah kecuali menutup aurat, atau ditutup dengan menggunakan pakaian seperti baju, sarung, celana, mukena dan lainnya.

Disebutkan dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyah bahwa ada tiga hukum terkait berpakaian dalam Islam.

Pertama, wajib. Berpakaian menjadi wajib jika hal itu untuk menutupi aurat dan melindungi diri dari cuaca dingin dan panas. Aurat laki-laki dari lutut hingga pusar, sementara perempuan semua tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya.

Kedua, sunah. Berpakaian dengan tujuan berhias diri dan menampakkan nikmat Allah. Hal ini bersdasarkan firman Allah dalam surah al-Dhuha ayat 11 berikut

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

“Adapun mengenai nikmat Tuhanmu, maka ceritakanlah.”

Juga berdasarkan hadis riwayat Imam Thabrani dari Abdullah bin Umar, dia berkisah;

أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى عَلَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَمِيصًا أَبْيَضَ ، فَقَالَ أَجَدِيدٌ قَمِيصُكَ هَذَا أَمْ غَسِيلٌ ؟ فَقَالَ : بَلْ جَدِيدٌ ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْبَسْ جَدِيدًا ، وَعِشْ حَمِيدًا ، وَمُتْ شَهِيدًا ، وَيَرْزُقُكَ اللَّهُ تَعَالَى قُرَّةَ عَيْنٍ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ  ، قَالَ : وَإِيَّاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ

“Sesungguhnya Nabi Saw melihat Sayidina Umar memakai gamis putih. Kemudian Nabi Saw bertanya, ‘Gamismu ini baru apa sudah dicuci?’ Lalu Sayidina Umar menjawab, ‘Baru.’ Maka Nabi Saw berkata, ‘Ilbas jadidan wa ‘isy hamidan wa mut syahidan wa yarzuqokallahu ta’ala qurrata ‘ainin fiddunya wal akhiroh (Pakailah pakaian baru, dan hiduplah dengan terpuji, dan matilah syahid, dan semoga Allah memberikan rizki kepadamu dengan kesejukan mata di dunia dan akhirat).’ Kemudian Sayidina Umar berkata, ‘Kepada Engkau juga wahai Rasulullah.’”

Baca Juga :  Empat Prinsip Berpakaian dalam Islam

Ketiga, haram. Berpakaian menjadi haram jika bertujuan pamir dan menyombongkan diri. Juga haram jika berpakaian pakaian sutera bagi laki-laki. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan bahwa Nabi Saw bersabda;

مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ لَمْ يَنْظُرِ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Orang yang memanjangkan pakaiannya karena sombong, maka Allah Saw tidak akan melihatnya pada hari kiamat.”

Dalam hadis riwayat Imam Tirmizi dari Abu Musa al-Asy’ari, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

حُرِّمَ لِبَاسُ الْحَرِيرِ وَالذَّهَبِ عَلَى ذُكُورِ أُمَّتِى وَأُحِلَّ لإِنَاثِهِمْ

“Diharamkan memakai pakaian sutera dan emas bagi laki-laki dari umatku, dan dihalalkan bagi perempuan.”

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here