Berhati-hatilah pada Sihir Paling Membahayakan Ini

0
987

BincangSyariah.Com – Makna kata dari sihir adalah memalingkan sesuatu dari hakikatnya. Mungkin sihir yang banyak dikenal di mata manusia adalah semacam pelet, santet, atau aji-aji. Tidak semua orang bisa mempercayai keajaiban sihir, namun Al Qurthubi mengatakan, menurut ahli sunnah wal jamaah, sihir itu memang ada dan memiliki hakikat, dan Allah Maha Menciptakan segala bentuk sesuai kehendak-Nya. Keyakinan yang demikian berbeda dengan keyakinan Mu’tazilah.

Namun tahukah kita, sihir yang paling hebat itu apa? Dalam kitab Tahdzib Al Hilyah,  Malik bin dinar berkata:

اتقوا السحارة فإنها تسحر قلوب العلماء – يعني الدنيا 

Berhati-hatilah dengan penyihir yang paling hebat. Para ulama saja ada yang berhasil disihirnya. Dialah dunia

Sihir dunia mampu memperlihatkan indahnya yang menawan kepada siapa saja yang melihat dan memandangnya. Jika sudah tersihir, maka keseluruan tahta, jabatan, wanita, dan harta nampak begitu menggoda dan sangat berhasrat untuk menggapainya. Padahal, cepat atau lambat pun semua yang indah itu akan layu dan nampak suram. Sihir paling hebat itu juga sempat dikhawatirkan Rasulullah kepada umatnya. Beliau bersabda:

إِنَّ مِمَّا أَخَافُ عَلَيْكُمْ من بعدي ما يفتح عليكم من زهرة الدنيا وزينتها

Sesungguhnya di antara yang aku khawatirkan pada diri kalian setelah peninggalanku ialah dibukakannya bunga dunia dan pernak-perniknya untuk kalian.” (HR Bukhari Muslim)

Dunia memang laksana fatamorgana. Sepertinya megah, namun pada hakikatnya lemah. Menurut bahasa Arab, dunia berarti hina dan dekat. Hina karena harganya yang tak ada apa-apa dibanding akhirat. Dekat karena kedekatannya dengan kampung akhirat. Memang dunia ini sering disebut dengan ladang yang ijau dan manis, namun maksud tersebut bukan berarti mempersilahkan manusia untuk menikmati segalanya.

Baca Juga :  Belajar Damai dari Dialog Asyariyah-Muktazilah

Justru manusia harus bisa menjaga diri agar tidak terjerumus dengan hebatnya sihir dunia. Manusia dituntut untuk selalu waspada terhadap keindahan dan kenikmatannya. Jika tidak, maka hijaunya dunia akan memalingkan manusia dari Tuhannya dan alam selanjutnya, yaitu akhirat. Bukankah kenikmatan dunia itu amatlah kecil jika dibandingkan dengan nikmatnya akhirat?  Begitulah pesan Nabi yang tersirat dalam hadis riwayat Muslim. Nabi bersabda:

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ

Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau, dan sesungguhnya Allâh menjadikan kamu sebagai khalifah di dunia ini, lalu Dia akan melihat bagaimana kamu berbuat. Maka jagalah dirimu dari (keburukan) dunia, dan jagalah dirimu dari (keburukan) wanita, karena sesungguhnya penyimpangan pertama kali pada Bani Isrâil terjadi berkaitan dengan wanita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here