Berada di Akhir Bulan Jumadil Akhir, Ini Enam Keutamaan Bulan Rajab

2
3470

BincangSyariah.Com – Tinggal beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Rajab, bulan yang diagungkan oleh Allah swt hingga dimasukkan pada keempat bulan yang dimuliakan (asyhur al-hurum).

Bulan ini dikatakan bulan rajab karena secara makna berarti mengagungkan. Sehingga orang-orang jahiliyah konon – sebagaimana yang diriwayatkan Imam Baihaqi dari A’isyah- snagat mengagungkannya dengan tidak melakukan peperangan, senjata disimpan, dan keributan diliburkan yang puncaknya adalah memberikan keamanan dan ketenangan di bulan ini.

Mengutip kitab al-Adab Fi Rajab, karya Syaikh Ali Bin Sulthan Muhammad al-Qari, dalam pandangan ulama ada beberapa keutamaan dan keunggulan yang dimiliki bulan ini. Meskipun dasarnya ada yang bersumber dari hadis yang dha’if (lemah), tapi sebagaimana prinsip menggunakan hadis dha’if, ini diperbolehkan untuk perkara keutamaan-keutamaan praktik syariat (fadhail al-a’maal). Diantara keutamaan dimaksud adalah sebagai berikut:

Pertama, Rajab termasuk bulan yang dimuliakan Allah (asyhur al-hurum)

Dalam kalender Islam terdapat dua belas bulan yang empat bulan diantaranya disinyalir sebagai bulan-bulan mulia (asyhur al-hurum) sebagaimana firman Allah swt  dalam surah al-Taubah ayat 36 berikut:

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ 

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.”

Keempat bulan haram diatas adalah Zulkaidah, Zulhijah, Muharam dan Rajab. Tiga bulan pertama berurutan yang keduanya (Zulkaidah dan Zulhijah) berada diakhir tahun dan satunya (Muharram) berada diawal tahun. Sedangkan bulan Rajab terpisah dan berada dua bulan sebelum ramadhan.

Kedua, amal baik dan buruk pada bulan Rajab dilipat gandakan

Baca Juga :  Lingkar Filologi Ciputat: Pola Penyebaran Berita Mirip Pola Transmisi Naskah

Salah satu cara memuliakan bulan Rajab yang tergolong bulan haram adalah dengan cara melipatgandakan balasan amal perbuatan baik perbuatan baik ataupun perbuatan buruk seperti kezaliman dan lain sebagainya.

Imam Qatadah mengatakan: “perbuatan baik pahalanya dilipatkan pada bulan-bulan haram. Begitu juga kezaliman yang dilakukan didalamnya, balasannya akan lebih besar daripada bulan-bulan lainnya sekalipun kezaliman merupakatan tindakan yang sangat tercela.”

Ketiga, dilarang berperang dan berbuat kegaduhan pada bulan Rajab

Sebagaimana disinggung diatas, bahwa penamaan bulan haram karena didalamnya dilarang berperang serta melakukan kegaduhan sebagaimana yang dikatakan Ibn Juraij “ Atha’ Bin Abi Rabah mengatakan dengan disertai sumpah bahwa tidak dihalalkan berperang ditanah Haram dan dibulan-bulan haram selama tidak diserang”. Hanya saja ulama’ tidak sependapat dalam hal ini. Ada yang mengatakan diperbolehkan ada yang mengatkan haram sebagaimana diatas.

Keempat, Adanya doa khusus yang dijarkan oleh Nabi Muhammad SAW

Salah satu keutamaan dan kelebihan bulan Rajab adalah didalamnya terdapat doa khusus dengan penyebutan Rajab yang dianjurkan untuk dibaca oleh umat islam. Doa tersebut dibacakan oleh Rasulullah pada bulan Rajab sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi, Ibn A’sakir dan Ibn Najjar dari Anas bin Malik RA sebagai berikut,

 عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ ، قَالَ : ” اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Dari Anas Bin Malik, bahwa Nabi Muhammad saw disaat memasuki bulan Rajab beliau berdoa “ ya Allah, Berikanlah keberkahan kepada kami dibulan Rajab dan Sya’ban serta pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.” 

Kelima, adanya anjuran berpuasa dibulan Rajab

Anjuran berpuasa dibulan Rajab sangat banyak ditemukan dalam banyak hadis sekalipun status hadisnya tergolong dhaif tapi karena ranah ini tergolong ranah keutamaan amalan maka ia diperbolehkan sebagai landasan apalagi didukung dengan baanyaknya hadis yang akan menjadi kuat.

Baca Juga :  Agar Senantiasa Hidup dalam Keadaan Islam, Bermohonlah dengan Doa Ini

Salah satu hadis terkait keutamaan berpuasa dibulan ini adalah hadis yang Diriwayatkan oleh Muhammad al-Khalal dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma berikut:

صوم أول يوم من رجب كفارة ثلاث سنين، والثاني كفارة سنتين، والثالث كفارة سنة، ثم كل يوم شهرا) (أبو محمد الخلال في فضائل رجب) عن ابن عباس– رضي الله عنهما -.

”Berpuasa di hari pertama bulan Rajab adalah penebus (dosa) selama tiga tahun, di hari kedua adalah penebus dua tahun dan di hari ketiga adalah penebus satu tahun, kemudian setiap satu hari (setelah itu) penebus satu bulan.”

Keenam, adanya anjuran memperbanyak istighfar dibulan Rajab

Istighfar (memohon ampunan) harus selalu dibaca oleh kita semua sebagai manusia yang tidak luput dari salah dan dosa dengan tujuan agar kesalahan-kesalahan yang sudah dilakukan bisa terhapus. Ia tidak dibatasi pada hari dan bulan-bulan tertentu. Hanya pada bulan rajab lebih ditekankan sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh sayyidina Ali berikut:

 أكثروا من الاستغفار فى شهر رجب. فإن لله فى كل ساعة منه عتقاء من النار, وإن لله لا يدخلها إلا من صام رجب.

“Perbanyaklah Istighfar di bulan Rajab. Sesungguhnya Allah Ta`ala membebaskan hamba-hambanya setiap sa`at di bulan itu, dan Sesungguhnya Allah Ta`ala mempunyai kota-kota di Jannah-Nya yang tidak akan dimasuki kecuali oleh orang yang berpuasa d bulan itu.

Wallahu a’lam

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here