Bentuk Kecemburuan Allah pada Hamba-Nya

0
2909

BincangSyariah.Com – Cemburu adalah perasaan tidak suka ketika kita melihat seseorang yang kita sayangi melakukan sesuatu yang kita tidak suka atau lebih memilih orang lain dibandingkan kita. Tentunya kita sangat paham dengan perasaan yang satu ini. Dan suatu hal yang wajar ketika kita mempunyai rasa cemburu, karena itulah salah satu bukti tanda cinta kita.

Yang perlu diketahui bersama adalah cemburu itu tidak hanya melanda pada pasangan yang sedang dimabuk cinta saja, melainkan Allah pun Maha Pencemburu. Dikutip dari buku karya Kuswaidi Syafi’ie, Islam itu tegas menyatakan bahwa Allah tidak berkenan untuk diduakan, ditigakan, dan seterusnya, dengan apa atau siapa pun yang lain. (Baca: Para Nabi pun Cemburu)

Dengan kata lain, Allah cemburu jika kita berpaling dari-Nya. Semakin seseorang dicintai oleh Allah semakin cemburu juga terhadap umat tersebut. Cinta dan cemburu itu ibarat dua sisi mata uang. Allah adalah Dzat Maha Pencinta sekaligus Maha Pencemburu. Disebutkan dalam hadis di bawah ini:

إن الله تعالى يغار وغير الله تعالى أن يأتي المرء ما حرم الله عليه

Sesungguhnya Allah cemburu, dan cemburunya Allah itu ketika seorang melanggar apa yang diharamkan Allah kepadanya (HR Bukhari dan Muslim)

Bentuk kecemburuan Allah tersebut tidaklah seperti perasaan yang biasa hadir dalam hati manusia yang berpusat pada dirinya sendiri. Cemburunya Allah justru untuk melindungi manusia dan membawanya pada jalan keselamatan.

Oleh karena itu, bentuk kecemburan hanya hadir ketika memilih jalan yang Allah tidak meridhainya, seperti yang disebutkan dalam keterangan di atas bahwa Allah cemburu kala makhluk-Nya lebih memilih untuk melanggar aturan-Nya daripada mengikuti larangan-Nya.

Jika kita sadar akan semua yang telah Allah berikan pada kita selama ini, maka kita akan mengetahui betapa Allah sangat mencintai kita. Hingga Ia cemburu jika kita melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan-Nya. Karena sesungguhnya Allah tahu, hal-hal yang diharamkan oleh-Nya adalah hal yang akan merusak diri kita sendiri. Allah hanya tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada diri kita. Allah hanya menginginkan kita bahagia, bahkan tidak hanya sekadar bahagia tapi sangat-sangat bahagia.

Baca Juga :  Hukum Islam Mengenai Mengikuti Asuransi

Ya, Rasa cemburu Allah adalah ketika kita sebagai hamba-Nya melakukan perbuatan-perbuatan yang diharam oleh Allah. Ini membuktikan bahwa betapa Allah sangat mencintai kita sebagai hamba-Nya. Karena, bukankah rasa cemburu akan hadir ketika kita sangat mencintai seseorang? Allah cemburu bila melihat hamba-Nya justru lebih sering mengingat yang lain, selain mengingatNya.

Allah cemburu bila mendapati hamba-Nya melakukan kemaksiatan di tengah limpahan nikmat dan karunia-Nya. Lebih cemburu lagi bila Allah mendapati hamba-Nya melanggar perintah-perintah-Nya. Hamba yang mencintai Allah juga akan cemburu sesuai kadar cinta yang ada pada dirinya.

Cukup menjadi petanda bahwa cinta telah pergi kala tiada rasa cemburu dalam hati, bahkan sekalipun ia berucap cinta sejuta kali. Begitupun dengan cinta kita kepada Allah.  Adalah dusta, bila ada yang mengaku cinta pada seseorang tapi ia tidak cemburu saat kekasihnya disakiti orang lain atau malah ia yang menyakitinya dan melecehkannya. Bagaimana-mungkin seorang hamba mengaku cinta pada Allah sedang ia tidak cemburu dengan melanggar apa yang diharamkan Allah?

Dengan demikian, sekarang kita mengetahui bahwa Allah itu cemburu kala kita berbuat apa yang dilarang oleh-Nya. Dan masihkah hendak membalas cinta Allah yang begitu besar dengan melanggar larangan-Nya? Jika benar kita ingin semakin dicintai Allah, maka jalannya adalah dengan mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here