Tidak Semua Bencana adalah Azab Tuhan

0
695

BincangSyariah.Com – Memang mungkin saja, dan mudah, bagi Allah menghukum hambaNya yang durhaka dengan bentuk hukuman apapun, termasuk gempa bumi, (apa sih, yang tidak mungkin bagiNya?) seperti yang dialami umat-umat terdahulu dalam sejumlah ayat dan riwayat.

Tetapi kita juga harus tahu, tidak setiap musibah dan bencana selalu sebagai siksaan dan hukuman.

  • Kadang sebagai siksaan dan hukuman;
  • Kadang sebagai penawar dosa dan kesalahan;
  • Kadang pula sebagai ujian kenaikan pangkat di sisi Allah.

Nah, di antara ketiga kemungkinan tersebut, pada dasarnya kita tidak pernah tahu secara pasti manakah yang Allah kehendaki saat terjadi bencana massal seperti gempa bumi, apalagi tidak sedikit yang menjadi korbannya adalah mereka yg saleh, ahli ibadah, ahli zikir (adilkah menganalogikan mereka dengan umat-umat terdahulu yg sama sekali tak beriman?).

Namun ternyata belakangan muncul kecenderungan sebagian kita yang tiba-tiba saja menghakimi, bahkan “menyoraki”, bencana tersebut sebagai hukuman dan azab.

Saya heran, dari mana mereka tahu? Dari mana dia bisa memastikan itu? Adakah Allah yang mengirimkannya wahyu? Jika tidak, bukankah itu hanyalah prasangka semata (zhann) yg dicarikan pembenarannya dalam teks suci?

Karena itu prasangka, maka bagi kita yang berakal, mestinya kita berlakukan kaidah etika berprasangka dalam hal yang belum kita pahami hakikatnya. Bagaimana kaidahnya? “Selalulah berprasangka baik terhadap orang lain, dan berprasangka buruk kepada diri sendiri!”

Ingat, saat kita berprasangka buruk terhadap orang lain dan menudingnya sebagai sumber bencana ini dan itu, apalagi terhadap para korban yang boleh jadi Allah telah menerima mereka sebagai syuhada, jangan-jangan justru prasangka buruk itulah bencana terbesar bagi kita sendiri!

Baca Juga :  Najiskah Makanan atau Minuman yang Tercampur Bangkai Semut?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here