Benarkah Tulang Makanan Jin?

4
3519

BincangSyariah.com – Saat ngaji di pesantren dulu, sering kita dengar dari para ustadz bahwa makanan jin adalah tulang, baik tulang ayam, kambing atau lainnya. Kita sering diintruksikan untuk hati-hati agar jangan membuang tulang sembarangan seperti di tempat sampah atau lainnya supaya ketika tulang tersebut diambil jin tetap dalam keadaan bersih. Benarkah tulang makanan jin?.

Terdapat banyak riwayat yang membenarkan bahwa jin juga makan dan minum sebagaimana manusia dan di antara makanan jin adalah tulang dan kotoran. Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Mas’ud disebutkan bahwa Nabi Saw. bersabda;

لاَ تَسْتَنْجُوا بِالرَّوْثِ وَلاَ بِالْعِظَامِ فَإِنَّهُ زَادُ إِخْوَانِكُمْ مِنَ الْجِنِّ

“Janganlah kalian beristinja’ (membersihkan kotoran pada dubur) dengan kotoran dan jangan pula dengan tulang karena keduanya merupakan bekal bagi saudara kalian dari kalangan jin.”

Hadis ini berisi perintah agar kita tidak menggunakan kotoran dan tulang sebagai alat istinja’ atau bersuci karena keduanya merupakan makanan jin. Hadis ini senada dengan kandungan hadis riwayat Imam Bukhari dari Abu Hurairah, dia berkisah sebagai berikut;

أَنَّهُ كَانَ يَحْمِلُ مَعَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – إِدَاوَةً لِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ ، فَبَيْنَمَا هُوَ يَتْبَعُهُ بِهَا فَقَالَ  مَنْ هَذَا . فَقَالَ أَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ . فَقَالَ  ابْغِنِى أَحْجَارًا أَسْتَنْفِضْ بِهَا ، وَلاَ تَأْتِنِى بِعَظْمٍ وَلاَ بِرَوْثَةٍ  . فَأَتَيْتُهُ بِأَحْجَارٍ أَحْمِلُهَا فِى طَرَفِ ثَوْبِى حَتَّى وَضَعْتُ إِلَى جَنْبِهِ ثُمَّ انْصَرَفْتُ ، حَتَّى إِذَا فَرَغَ مَشَيْتُ ، فَقُلْتُ مَا بَالُ الْعَظْمِ وَالرَّوْثَةِ قَالَ  هُمَا مِنْ طَعَامِ الْجِنِّ ، وَإِنَّهُ أَتَانِى وَفْدُ جِنِّ نَصِيبِينَ وَنِعْمَ الْجِنُّ ، فَسَأَلُونِى الزَّادَ ، فَدَعَوْتُ اللَّهَ لَهُمْ أَنْ لاَ يَمُرُّوا بِعَظْمٍ وَلاَ بِرَوْثَةٍ إِلاَّ وَجَدُوا عَلَيْهَا طَعَامًا

Baca Juga :  Pengertian dan Jenis-Jenis Pembagian Riba

“Suatu saat dia (Abu Hurairah) membawakan pada Nabi Saw. wadah berisi air wudu dan hajat beliau. Ketika dia membawanya, Nabi Saw. bertanya, ‘Siapa ini?.’ Dia menjawab, ‘Saya, Abu Hurairah.’ Beliau pun berkata, ‘Carilah beberapa buah batu untuk kugunakan bersuci. Dan jangan bawakan padaku tulang dan kotoran (telek). Kemudian aku mendatangi beliau dengan membawa beberapa buah batu dengan ujung bajuku. Hingga aku meletakkannya di samping beliau dan aku berlalu pergi. Ketika beliau selesai buang hajat, aku pun berjalan menghampiri beliau dan bertanya, ‘Ada apa dengan tulang dan kotoran?.’ Beliau bersabda, ‘Tulang dan kotoran merupakan makanan jin. Keduanya termasuk makanan jin. Aku pernah didatangi rombongan utusan jin dari Nashibin dan mereka adalah sebaik-baik jin. Mereka meminta bekal kepadaku. Lalu aku berdoa kepada Allah untuk mereka agar tidaklah mereka melewati tulang dan kotoran melainkan mereka mendapatkannya sebagai makanan.’” Wallahu A’lam.

4 KOMENTAR

  1. Walaikum salam.. Ijin memberi respon, sependek pengetahuan saya yang dimakan oleh jin adalah saripati (hawa) dari material (tulangnya).. disarankan ketika selesai makan dan menyisahkan tulang makanan (ayam, ikan dll) sebaiknya tulang2 tersebut dibacakan “Bismillahirrahmanirrahim” lalu ditiup.. InsyaAllah tulang tsb dalam dimensi gaib akan kembali utuh dan akan menjadi makanan bagi bangsa jin yg mendiami rumah kita.. hendaknya juga sisa makanan (tulang) tdk langsubg dibuang ditempat yg kotor..

  2. Yang saya heran kenapa tulang-tulang yang berserakan di pasar kok masih utuh dan gak di makan oleh jin padahal pasar katanya tempatnya setan. Juga kotoran sapi yang ada di kandang² sapi sampai menumpuk kok gak di makan oleh Jin. Seandainya kotoran sapi sudah di makan oleh jin kan tentu di kandang² sapi terlihat habis dan bersih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here