Benarkah Tinta Hitam Cumi-Cumi Najis?

0
450

BincangSyariah.com – Masalah tinta hitam cumi-cumi sudah banyak diperdebatkan sejak dalu terutama di kalangan para santri saat Bahsul Masail. Mereka umumnya berdebat seputar kenajisan dan kesucian tinta hitam ikan cumi-cumi. Sebagian besar mengatakan najis, sementara yang lain mengatakan suci. Namun benarkah tinta hitam ikan cumi-cumi najis?.

Pada umumnya, perdebatan sekitar tinta hitam ikan cumi-cumi berkisar pada tempat keluarnya. Jika keluar dari dalam perutnya sebagaimana muntah, maka dihukumi najis. Namun jika keluar dari sekitar mulut sebagaiman air liur, maka dihukumi suci. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Thaifur Ali Wafa dalam Bulghatut Tullab fi Talkhisi Fatawal Anjab berikut;

السواد الذي يوجد في بعض الحيتان مما اختلف فيه هل هو من الباطن فيكون نجسا أولا فيكون طاهرا فينبغي للعاقل أن يتحققه لأن هذا مما يتعلق بالعيان قلت : يعني أن هذا السواد إذا كان من الباطن فهو أشبه بالقيئ فيكون نجسا وإلا فهو أشبه باللعاب فيكون طاهرا

“Cairan hitam yang ditemukan pada sebagian ikan  termasuk perkara yang masih diperdebatkan, apakah itu keluar dari bagian dalam karena itu dihukumi najis, ataukah tidak sehingga dihukumi suci?. Maka dari itu harus dipastikan dulu mengenai hal ini sebab ini adalah sesuatu yang dapat dibuktikan langsung. Saya berkata; “Bahwa cairan hitam ini jika memang keluar dari dalam seperti halnya muntah maka dihukumi najis. Namun jika tidak, maka seperti air liur jadi dihukumi suci.”

Dari teks ini dapat diketahui bahwa para ulama belum bisa memastikan hukum tinta hitam ikan cumi-cumi karena belum diketahui pasti tempat keluarnya. Mereka hanya memberikan pengandain hukum bahwa jika tinta hitam keluar dari dalam perut, maka dihukumi najis. Namun jika keluar dari sekitar mulut, maka dihukumi suci.

Baca Juga :  Tanda Diterimanya Sebuah Amal

Sebagiam ulama yang lain berkesimpulan berbeda mengenai tinta hitam ikan cumi-cumi. Menurut mereka, tinta hitam ikan cumi-cumi tidak bisa disamakan dengan muntah atau liur. Ia merupakan cairan khusus untuk melindungi ikan cumi-cumi dari serangan ikan lain. Karena itu, cairan hitam ikan cumi-cumi dihukumi suci. Dan pendapat ini yang lebih sahih. Dalam kitab yang sama, Syaikh Thaifur Ali Wafa berkata;

وقد قال بعض مشايخنا :إن هذا السواد شيئ جعله الله لصاحبه ترسا يتترس به عن كبار الحيتان فإذا قصده حوت كبير ليأكله أخرج هذا السواد فاختفى به عنه فلا يقاس بالقيئ ولاباللعاب لكونه خاصا له بهذه الخصوصية ويكون طاهرا

“Sesungguhnya cairan hitam ini diciptakan oleh Allah sebagai perisai yang digunakan oleh ikan tersebut yang melindunginya dari ikan-ikan yang besar. Jika ada ikan besar yang ingin memakannya maka ia mengeluarkan cairan hitam tersebut agar ia bisa bersembunyi. Jadi cairan tersebut tidak bisa disamakan dengan muntah maupun air liur sebab cairan yang memiliki keistimewaan seperti ini hanya dimiliki ikan tersebut dan cairan ini dihukumi suci.”

Dari keterangan di atas, yang lebih sahih terkait tinta hitam ikan cumi-cumi adalah suci karena ia cairan khusus untuk melindungi ikan cumi-cumi dari serangan ikan lain. Ia tidak bisa disamakan dengan muntah atau liur. Karena itu, ikan cumi-cumi dan tinta hitamnya boleh dan halal dimakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here