Benarkah Sarang Laba-laba Najis?

0
966

BincangSyariah.Com – Sarang laba-laba banyak kita jumpai menggantung di dinding rumah, mushalla dan lainnya. Terdapat sebagian orang yang beranggapan bahwa jika kita menyentuh sarang laba-laba, maka kita harus bersuci karena sarang laba-laba adalah najis. Benarkah sarang laba-laba najis? (Lima Binatang yang Dijadikan Nama Surah dalam Al-Qur’an, Laba-laba Termasuk di Dalamnya)

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama Syafiiyah terkait hukum sarang laba-laba. Setidaknya, ada dua pendapat mengenai sarang laba-laba ini.

Pertama, sarang laba-laba dihukumi suci. Ini adalah pendapat Imam Al-Subki dan Al-Adzra’i dan merupakan pendapat yang mu’tamad atau kuat.  Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Fathul Mu’in berikut;

وَدُوْدُ مَيْتَتِهِمَا طَاهِرٌ، وَكَذَا نَسْجُ عَنْكَبُوْتِ عَلَى المَشْهُوْرِ :كَماَ قاَلَهُ السُّبْكِي وَالاَذْرَعِي

Ulat bangkai dari anjing dan babi adalah suci. Demikian juga dihukumi sarang laba-laba, ini menurut pendapat masyhur dari kalangan ulama, sebagaimana diungkapkan oleh Imam Al-Subki dan Al-Adzra’i.

Ini juga telah disebutkan dalam kitab Hasyiatusy Syarqawi ala Tuhfatit Thullab berikut;

ومنه العناكب جمع عنكبوت فهي من ذاوات السموم كما قاله الاطباء وان كان نسجها طاهرا ذكره ابن حجر فى باب النجاسة

Termasuk hewan beracun adalah laba-laba, sebagaimana dikatakan oleh para dokter. Meskipun sarangnya adalah suci namun disebutkan oleh Imam Ibnu Hajar dalam bab najasah.

Kedua, hukumnya adalah najis. Ini disebabkan di antaranya karena sarang laba-laba terbuat dari ludah laba-laba, sementara laba-laba sendiri makan bangkai lalat. Karena itu, sarangnya dihukumi najis.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Tuhfatul Muhtaj fi Syarh Al-Minhaj berikut;

وعن العدة والحاوي الجزم بنجاسة نسج العنكبوت ويؤيده قول الغزالي والقزويني أنه من لعابها مع قولهم إنها تتغذى بالذباب الميت لكن المشهور الطهارة كما قاله السبكي والأذرعي

Baca Juga :  Jazakallah, Jazakillah, Jazakumullah, Apa Artinya?

Dari kitab Al-Uddah dan Al-Hawi ditegaskan mengenai kenajisan sarang laba-laba. Ini diperkuat dengan perkataan Imam Al-Ghazali dan Al-Qazwini bahwa sarang laba-laba terbuat dari ludahnya, sementara menurut mereka, laba-laba makan bangkai lalat. Akan tetapi pendapat yang masyhur adalah suci, sebagaimana dikatakan oleh Imam Al-Subki dan Al-Adzra’i.

Dengan demikian, jika mengikuti pendapat pertama, maka ketika menyentuh sarang laba-laba tidak perlu bersuci karena sarang laba-laba hukumnya suci. Sementara jika mengikuti pendapat kedua, maka ketika menyentuh sarang laba-laba harus bersuci karena sarang laba-laba dihukumi najis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here