Benarkah Rasulullah Tidak Pernah Berpuasa di Bulan Rajab?

0
479

BincangSyariah.Com – Menurut sebagian orang, puasa di bulan Rajab tidak dianjurkan dengan alasan tidak ada riwayat yang sahih bahwa Rasulullah saw. dan sahabatnya tidak pernah berpuasa di bulan ini. Tentu hal ini perlu untuk dijelaskan lebih lanjut dengan merujuk pada kitab-kitab ulama salaf. Benarkah Rasulullah saw tidak pernah berpuasa di bulan Rajab?

Dugaan dan klaim bahwa Rasulullah saw tidak pernah berpuasa di bulan Rajab merupakan dugaan yang tidak berdasar. Hal ini karena banyak riwayat yang menjelaskan bahwa Rasulullah saw sendiri melakukan puasa di bulan Rajab. Di antaranya adalah hadis riwayat Imam al-Baihaqi dalam kitabnya Syu’ab al-Iman, dan al-Thabrani dalam kitabnya al-Aushat dari Abu Hurairah, dia berkata;

ان رسول الله صلى الله عليه وسلم لم يتم صوم شهر بعد رمضان الا رجب وشعبان

“Sesungguhnya Rasulullah saw tidak pernah menyempurnakan puasa sebulan setelah Ramadan kecuali di bulan Rajab dan bulan Sya’ban.”

Dari hadis ini, kita tahu bahwa Rasulullah saw tidak sekadar berpuasa sehari dua hari di bulan Rajab, namun beliau berpuasa selama sebulan sempurna di bulan Rajab dan bulan Sya’ban. Selain itu, dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Rasulullah saw pernah menyuruh sahabatnya untuk berpuasa di bulan-bulan haram, dan tentu bulan Rajab termasuk di dalamnya. Secara nalar agama, tentu tidak pantas Rasulullah saw menyuruh sahabatnya berpuasa di bulan-bulan haram jika beliau sendiri tidak pernah melakukannya sendiri.

Di antara hadis yang menyebutkan Rasulullah saw menyuruh sahabat untuk berpuasa di bulan-bulan haram adalah hadis riwayat Imam Abu Daud dan Ibnu Majah dari al-Bahili, dia berkata;

أَتَيْت رَسُولَ اللَّهِ صلى اللَّهُ عليه وسلم فَقُلْت يا رَسُولَ اللَّهِ أنا الرَّجُلُ الذي أَتَيْتُك عَامَ الْأَوَّلِ قال فما لي أَرَى جِسْمَك نَاحِلًا قال يا رَسُولَ اللَّهِ ما أَكَلْت طَعَامًا بِالنَّهَارِ ما أَكَلْته إلَّا بِاللَّيْلِ قال من أَمَرَك أَنْ تُعَذِّبَ نَفْسَك قُلْت يا رَسُولَ اللَّهِ إنِّي أَقْوَى قال صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ بَعْدَهُ وَصُمْ من الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ من الحرم وَاتْرُكْ وقال بِأُصْبُعِهِ الثَّلَاثِ يَضُمُّهَا ثُمَّ يُرْسِلُهَا

Baca Juga :  Hikmah Pagi: Sikap Seorang Mukmin Dalam Menghadapi Aneka Musibah

“Aku mendatangi Rasulullah saw, kemudian aku berkata, ‘Ya Rasulullah, aku adalah laki-laki yang mendatangimu di tahun yang lalu.’ Rasul menjawab, ‘Aku lihat badanmu semakin kurus.’ Ia menjawab, ‘Ya Rasul, aku tidak makan di siang hari, aku makan hanya di malam hari.’ Rasul berkata, ‘Siapa yang memerintahmu untuk menyiksa dirimu?’ Aku berkata, ‘Ya Rasul sesungguhnya aku kuat (berpuasa).’ Rasul berkata, ‘Berpuasalah di bulan sabar dan tiga hari setelahnya, berpuasalah di bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah dari bulan haram, berpuasalah dari bulan haram dan tinggalkanlah darinya.’ Nabi saw dengan memberi isyarat dengan ketiga jarinya seraya mengumpulkan dan melepaskannya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here