Benarkah Orang Tua Tidak Wajib Menafkahi Anak yang Beda Agama?

1
1321

BincangSyariah.Com – Dalam sebuah pengajian, pernah ada seorang ustaz yang menjelaskan bahwa jika anak berbeda agama dengan orang tuanya, misalnya anak no-muslim sementara orang tuanya muslim, maka orang tuanya tidak wajib menafkahi anak tersebut. Benarkah orang tua tidak wajib menafkahi anak yang beda keyakinan dan agama?

Para ulama berbeda pendapat mengenai kewajiban orang tua menafkahi anak yang beda agama dengan orangtuanya. Menurut ulama Hanabilah, orang tua tidak wajib menafkahi anak yang berbeda keyakinan dan agama. Hal ini karena jika orang tua dan anak beda agama, maka keduanya tidak saling mewarisi. Karena itu, jika anak berbeda agama, maka kewajiban menafkahi bagi orang tua menjadi gugur.

Ini berbeda dengan pendapat kebanyakan para ulama. Menurut mereka, orang tua tetap wajib menafkahi anak yang beda agama. Kewajiban orang tua menafkahi anak disebabkan  karena orang tua yang telah melahirkan anak tersebut (al-Wiladah). Karena itu, baik agama anak sama atau berbeda dengan orang tua, orang tua tetap wajib menafkahi anaknya.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

الشَّرْطُ الثَّالِثُ: اتِّحَادُ الدِّينِ، وَبِهَذَا قَال الْحَنَابِلَةُ فِي رِوَايَةٍ، فَلاَ تَجِبُ النَّفَقَةُ فِي عَمُودَيِ النَّسَبِ مَعَ اخْتِلاَفِ الدِّينِ فِي الرِّوَايَةِ الْمُعْتَمَدَةِ عِنْدَهُمْ، وَلأنَّهَا مُوَاسَاةٌ عَلَى سَبِيل الْبِرِّ وَالصِّلَةِ فَلَمْ تَجِبْ مَعَ اخْتِلاَفِ الدِّينِ، كَنَفَقَةِ غَيْرِ عَمُودَيِ النَّسَبِ، وَلأِنَّهُمَا غَيْرُ مُتَوَارِثَيْنِ، فَلَمْ يَجِبْ لأِحَدِهِمَا عَلَى الآْخَرِ نَفَقَتُهُ بِالْقَرَابَةِ…خِلاَفًا لِلْجُمْهُورِ الَّذِينَ لَمْ يَشْتَرِطُوا هَذَا الشَّرْطَ، لِقَوْلِهِ تَعَالَى: وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ، فَهَذِهِ الآْيَةُ تَدُل عَلَى أَنَّ الْوِلاَدَةَ سَبَبٌ لِوُجُوبِ نَفَقَةِالأْوْلاَدِ عَلَى الآْبَاءِ اتَّحَدَ الدِّينُ أَوِ اخْتَلَفَ

Syarat ketiga agamanya sama. Ini adalah pendapat ulama Hanabilah menurut satu riwayat. Maka tidak wajib memberi nafkah dalam jalur nasab jika berbeda agama menurut pendapat yang kuat di kalangan mereka. Ini karena nafkah merupakan bentuk kebaikan dan mempererat silaturrahim sehingga hal itu tidak wajib jika berbeda agama, sebagaimana nafkah selain jalur nasab. Juga karena keduanya tidak saling mewarisi sehingga tidak wajib bagi salah satu di antara keduanya untuk memberi nafkah berdasarkan kekerabatan.

Ini berbeda dengan pendapat kebanyakan ulama yang tidak mensyaratkan syarat ini. Ini berdasarkan firman Allah; Wajib bagi bapak memberi rizeki dan pakaian pada mereka dengan cara yang baik. Ayat ini menunjukkan bahwa wiladah atau melahirkan menjadi sebab kewajiban menafkahi anak bagi orang tua, baik agamanya sama atau berbeda.

Baca Juga :  Hukum Ayah Menyakiti Hati Anak Perempuan dalam Islam

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here