Benarkah Kotoran Kucing Tidak Najis?

0
1516

BincangSyariah.Com – Beredar di media sosial mengenai penjelasan seorang ustadz yang mengatakan bahwa kotoran kucing tidak najis. Tentu penjelasan ini membuat sebagian orang kaget karena selama ini yang diyakini oleh masyarakat adalah kotoran kucing termasuk najis, sebagaimana kotoran hewan yang lain. Benarkah kotoran kucing tidak najis?

Menurut para ulama, kucing termasuk hewan yang tidak boleh dimakan. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Tirmidzi dan Abu Daud dari Jabir bin Abdillah, dia berkata bahwa;

أن النبي – صلى الله عليه وسلم – نهى عن أكل الهرة وأكل ثمنها

Sesungguhnya Nabi Saw melarang makan kucing dan makan hasil penjualan kucing.

Hadis ini dijadikan dasar oleh sebagian besar ulama mengenai keharaman makan daging kucing. Baik kucing peliharaan maupun kucing liar yang hidup di hutan, hukumnya sama-sama haram dimakan.

Oleh karena kucing termasuk hewan yang haram dimakan, maka semua ulama Syafiiyah sepakat bahwa kencing dan kotoran kucing hukumnya najis. Bahkan menurut Imam Nawawi, Imam Malik, Abu Hanifah, Imam Ahmad dan semua ulama sepakat bahwa kencing dan kotoran hewan yang tidak boleh dimakan hukumnya najis, termasuk kencing dan kotoran kucing.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Majmu berikut;

اما بول باقي الحيوانات التي لا يؤكل لحمها فنجس عندنا وعند مالك وابي حنيفة واحمد والعلماء كافة

Adapun kencing hewan yang tidak boleh dimakan dagingnya, maka hukumnya najis menurut kami, menurut Imam Malik, Abu Hanifah, Imam Ahmad dan seluruh ulama.

Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni mengatakan bahwa para ulama sepakat bahwa kencing dan kotoran hewan yang tidak boleh dimakan adalah najis. Tidak ada perbedaan pendapat di antara mereka. Ibnu Qudamah berkata;

Baca Juga :  Pesan Nabi tentang Bahaya Konsumsi Makanan Haram

وما خرج من الانسان او البهيمة التي لا يؤكل لحمها من بول او غيره فهو نجس يعني ما خرج من السبيلين كالبول والغائط والمذي والوذي والدم وغيره فهذا لا نعلم في نجاسته خلافا

Sesuatu yang keluar dari manusia atau hewan yang tidak boleh dimakan dagingnya, baik kencing atau lainnya, maka hukumnya najis. Artinya, sesuatu yang keluar dari kemaluan depan dan belakang seperti kencing, kotoran, madzi, wadzi, darah dan lainnya. Kami tidak mendapat perbedaan ulama menganai kenajisannya.

Dengan demikian, karena kucing termasuk hewan yang tidak boleh dimakan, maka kencing dan kotorannya dihukumi najis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here