Tahukah Kamu, Kerajaan Islam Tertua di Jawa adalah Lumajang?

1
1301

BincangSyariah.Com – Banyak diketahui bahwa Kerajaan Islam tertua di Jawa adalah Demak. Kerajaan Demak berdiri sekitar abad ke-15 M dengan raja pertamanya yakni Raden Patah. Namun, siapa sangka bahwa kerajaan bercorak Islam tertua di Jawa sebenarnya adalah Kerajaan Islam Lumajang?

Menurut Agus Sunyoto dalam Atlas Walisongo, sejarah terbentuknya Kerajaan Islam Lumajang tidak lepas dari sosok yang bernama Arya Wiraraja. Ia adalah putra dari penguasa Lumajang sebelumnya, yakni Nararya Kirana, yang juga merupakan adik dari raja Singasari, Sri Kertanegara.

Arya Wiraraja diyakini menganut agama Islam. Sementara sang paman, Sri Kertanegara, menganut Syiwa-Budha (penyatuan agama Hindu aliran Syiwa dan Budha aliran Tantrayana).

Perbedaan keyakinan ini membuat penguasa Singasari tersebut resah, sebab ia berambisi menyatukan seluruh wilayah Nusantara sekaligus menyebarkan ajaran Tantrayana.

Oleh karena itu, Sri Kertanegara hanya memberikan jabatan demung (kepala rumah tangga raja) kepada Arya Wiraraja. Padahal, ia adalah pewaris takhta Kerajaan Lumajang. Yang dilakukan Kertanegara kemudian adalah mengirimnya ke Madura dan menunjuknya menjadi penguasa di sana.

Namun, penunjukan tersebut memunculkan masalah baru. Penunjukan Arya Wiraraja menjadi Raja Madura menimbulkan konflik antara dirinya dengan Banyak Wide, putra mahkota Kerajaan Madura dari raja sebelumnya. Oleh sebab itu, ia mulai menyimpan dendam kepada Kertanegara sebagai pemicu konflik.

Arya Wiraraja mencari cara untuk merebut takhta Singasari. Jayakatwang, suami dari bibinya diminta untuk menyerang kerajaan yang berkedudukan di Tumapel tersebut. Penyerangan ini berbuah kemenangan di pihak Jayakatwang. Sementara Kertanegara sendiri tewas terbunuh.

Arya Wiraraja juga melibatkan Sanggrama Wijaya dalam penyerangan ke Singasari. Atas andilnya dalam peristiwa itu, Sanggrama Wijaya diberi tanah di Tarik (sekarang wilayah Sidoarjo). Di Tarik, ia mendirikan Kerajaan Majapahit dibantu oleh Arya Wiraraja sendiri beserta kedua putranya, Arya Nambi dan Arya Menak Koncar.

Baca Juga :  Larangan Berpuasa di Hari Syak

Berkat jasa besar Arya Wiraraja, Sanggrama Wijaya memberi kesempatan kepadanya untuk kembali ke kampung halaman di Lumajang. Arya Wiraraja kemudian juga diangkat menjadi raja Lumajang. Sejak saat itu, corak Islam mulai hadir di Kerajaan Lumajang.

Setelah mangkat (meninggal), Arya Wiraraja digantikan putranya, Arya Menak Koncar, lalu cucunya, Arya Wangbang Pinatih, yang juga seorang muslim. Sosok terakhir adalah leluhur raja-raja di Bali.

Yang perlu diingat, pengangkatan Arya Wiraraja menjadi raja di Lumajang ini terjadi pada dekade akhir abad ke-13 M. Ia menjadi raja muslim pertama yang berkuasa di Jawa. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa jauh sebelum era Demak, sudah ada kerajaan bercorak Islam yang eksis di tanah Jawa.

Nah, jejak peninggalan Kerajaan Islam Lumajang ini dapat kalian temukan di Situs Biting yang terletak di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here