Benarkah Dakwah Ustadz Hannan Attaki Ditolak Banser NU Kota Tegal?

0
473

BincangSyariah.Com – Menggunakan kupluk yang biasa digunakan naik gunung atau anak-anak aliran musik reggae (karena meniru idolanya, Bob Marley, mungkin), menggunakan jaket atau kemeja flanel tanpa dikancing dengan berkaus, adalah diantara ciri khas busana yang digunakan Ustz. Hannan Attaki, seorang dai yang sedang naik popularitasnya, setidaknya akibat dari internet.

Memulai aktivitas dakwahnya di Bandung, dai muda asal Aceh lulusan Universitas Al-Azhar Mesir ini berusaha menyampaikan tema-tema keislaman dengan gaya-gaya bahasa yang banyak dikenal oleh anak muda saat ini. Istilah-istilah di diss-track setan, misscall Allah, jomlo fi sabilillahlegend, adalah istilah-istilah yang sering-sering disebut dalam ceramahnya

Hasilnya lumayan signifikan, dakwahnya banyak digemari oleh anak-anak muda dengan usia belasan. Dan banyak juga yang hadir tidak seperti orang yang hadir di pengajian pada umumnya, misalnya menggunakan kaos oblong atau celana jeans.

Pada hari Minggu lalu (7/7), beliau dijadwalkan mengisi kajian di Hotel Bahari Inn, di kota Tegal. Namun, saat tiba di tempat beliau hanya memimpin shalat zhuhur berjamaah dan mengajak hadirin bersama-sama membaca surah Ar-Rahman.

Beliau kemudian segera meninggalkan tempat setelahnya. Kemudian, muncul kabar bahwa beberapa hari sebelumnya pihak Banser NU Tegal melayangkan surat keberatan atas kehadiran Ustz. Hannan Attaki menyampaikan ceramah di kota Tegal. Argumennya diantaranya adalah beberapa konten ceramah dirasa tidak sesuai, misalnya Ustz. Hannan pernah menyebut Nabi Musa adalah “premannya para Nabi”. Menurut pihak Ansor, ini dirasa tidak bagus disampaikan kepada jamaah yang masih awam.

Setelah itu, santer terdengar bahwa Banser melakukan penolakan dan penghadangan dakwah Ustz. Hannan Attaki di kota Tegal. Hal ini ditegaskan langsung oleh Ketua Umum GP Ansor, organisasi yang menaungi Banser, Yaqut Cholil Qoumas bahwa pernyataan kalau Banser Tegal melakukan penghalangan itu tidak benar karena tidak ada sama sekali Banser yang datang ke tempat acara. Bahkan, menurut Gus Yaqut, pihak Ansor berencana mengundang Ustz. Hannan untuk berdiskusi bersama pihak Ansor.

Baca Juga :  Hari Santri Nasional dan Pengakuan Peran Masyarakat Sipil

Sumber berbeda dijelaskan oleh Gus Miftah, yang menyampaikan dalam sebuah video bahwa ia kebetulan juga berada di Tegal saat Ust. Hannan tidak jadi datang ke tempat acara. Menurut penjelasan Gus Miftah, setelah ia bertanya kepada pihak Kapolres serta Walikota Tegal, problemnya justru berasal dari panitia penyelenggara sendiri. Panitia menyebutkan bahwa acaranya adalah Seminar Nasional, namun panitia tidak bisa menunjukkan surat izin mengadakan acara ketika ditanya oleh pihak hotel. Dari sanalah yang membuat pihak hotel keberatan memberikan izin. Jadi, alasannya bukanlah keberatan yang disampaikan oleh pihak Banser Tegal, karena tindakan inipun juga sudah ditegur oleh Gus Yaqut oleh ketua umum.

Jadi, persoalan sebenarnya adalah prasangka yang tidak berakhir kepada saling mengklarifikasi terlebih dahulu. Pihak penyelenggara juga tidak mempersiapkan sebaik mungkin dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk melaksanakan acara. Pihak Banser NU, dalam hal ini boleh jadi lewat suratnya menimbulkan kesalahpahaman dan “tekanan” psikologis bagi sebagian hadirin yang sudah menunggu-nunggu acara Ustz. Hannan Attaki. Dan, pihak Ustz. Hannan juga memilih diam dan segera meninggalkan tempat tanpa mencari informasi dulu mengapa mereka ditolak.

Semoga, kedepan kita semua tidak lagi mengedepankan prasangka yang tidak diteruskan kepada saling tabayyun. Pihak NU beserta jaringannya ke akar rumput harus lebih berhati-hati lagi dalam memahami detail apa itu Aswaja dan Kebhinekaan agar tidak mengambil kesimpulan gegabah dengan menganggap kegiatan ceramah seseorang tidak benar. Sementara dari pihak penyelenggara dan para “penggemar” sang harus juga siap ber-tabayyun dan tidak mengedepankan prasangka apalagi membenarkan berita yang ternyata adalah fitnah. Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here