Benarkah Cobaan atau Musibah sebagai Bukti Cinta Allah pada Hamba-Nya?

0
137

BincangSyariah.Com – Siswa atau mahasiswa ketika berhasil mengerjakan ujian dengan baik, maka nilainya akan bagus. Ia akan naik ke jenjang berikutnya. Begitu juga manusia, ketika ia mampu melewati ujian dari Allah Swt. dengan baik, maka derajatnya akan dinaikkan.

Sebagaimana ujian sekolah atau kampus, soal ujian disesuaikan dengan materi yang dinaikkan. Soal akan dianggap sulit apabila dalam perjalanan belajar kurang serius, apalagi tidak serius sama sekali. Bukan salah guru yang membuat soal.

Allah Swt. menguji hamba-Nya untuk melihat di mana yang benar-benar berjihad dan bersabar. Allah Swt. berfirman dalam Qs. Muhammad (47) : 31,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتّٰى نَعْلَمَ الْمُجٰهِدِيْنَ مِنْكُمْ وَالصّٰبِرِيْنَۙ وَنَبْلُوَا۟ اَخْبَارَكُمْ

Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu.

Dalam Tafsir Jalalain Juz 2/hal. 180, Imam Jalaluddin As-Suyuthi menjelaskan bahwa hal yang diuji oleh Allah Swt. dalam kehidupan kita adalah yang berkaitan dengan ketaatan dan kemaksiatan. Baik dalam hal ibadah, muamalah, jinayat, dan lain-lain. Allah Swt. akan terus menerus menguji hamba-Nya sampai kelihatan di mana yang benar-benar berjuang dan bersabar untuk-Nya dan yang tidak.

Semakin besar ujian yang Allah Swt. berikan, maka semakin besar pula pahala yang dijanjikan. Dalam hal ini, Rasulullah Saw. bersabda:

ان عظم الجزاء مع عظم البلاء وان الله اذا احب قوما ابتلاهم فمن رضي فله الرضى ومن سخط فله السخط

Inna ‘idhomaljaza-i ma’a ‘idhomilbala-i. Waannallaha idza ahabba qouman ibtalahum. Faman rodliya, falahurridlo. Waman sakhitho falahus sukhthu.

Sesungguhnya besarnya pahala disesuaikan dengan besarnya ujian. Apabila Allah Swt. telah jatuh cinta pada suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang menerima, maka akan mendapatkan ridlo-Nya. Apabila marah-marah, maka akan dapat murka-Nya. (HR. Tirmidzi)

Ujian adalah tanda cinta Allah Swt. pada hamba-Nya. Semakin besar ujiannya, maka semakin besar cinta-Nya untuk sang hamba. Ibarat pohon, semakin tinggi batangnya maka semakin kencang angin yang menerpa. Bila akarnya tidak kuat, maka akan mudah roboh saat diterjang badai. Begitu juga dengan manusia, bila akidahnya tidak kuat, maka gampang menyalahkan Tuhan atas ujian yang menimpanya. Padahal ujian tersebut adalah bukti cinta dari Sang Khaliq untuk sang makhluk.

Baca Juga :  Belajar Tauhid; Cara Meyakini Perbuatan-perbuatan Allah Berbeda dengan MakhlukNya

Sadarilah bahwa ujian yang menimpa kita adalah untuk menguatkan, bukan melemahkan. Allah Swt. memberikan ujian pada hamba-Nya bukan karena dholim atau benci, melainkan karena cinta. Allah swt. tidak pernah dholim pada hambanya walaupun hanya sekali. Allah haramkan kedholiman untuk-Nya. Dia berfirman dalam QS.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهٖ ۙوَمَنْ اَسَاۤءَ فَعَلَيْهَا ۗوَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيْدِ  ۔

Barangsiapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba(-Nya).

Seharusnya sebagai orang mukmin harus bersabar saat ditimpa musibah dan bersyukur saat mendapatkan anugerah. Sifat mukmin sejati memang bernilai baik. Semuanya bernilai baik. Saat diterjang badai, dia bersabar, maka bernilai baik. Saat mendapatkan karunia atau kenikmatan, maka bersyukur sehingga juga bernilai baik.

Jabatan, harta, popularitas, dan lainnya adalah ujian dari Allah Swt. Orang kaya diuji dengan kekayaannya. Orang yang ekonominya lemah, diuji dengan kelemahannya. Pemerintah diuji dengan jabatannya. Rakyat kecil juga diuji dengan posisinya sebagai kaum bawah. Jika semua itu bisa dihadapi dengan baik, maka kebahagian yang sesungguhnya akan diraih. Yakni mendapatkan ridha Allah Swt. dengan mendiami surga-Nya. Allah Ta’ala A’lam.

 



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here