Benarkah Binary Option sama dengan Akad Ju’alah ?

0
26

BincangSyariah.Com – Ada 3 penanya yang menyampaikan kepada penulis, yang kurang lebih memiliki persoalan yang sama. Ketiga pena tersebut, memiliki titik pangkal persoalan, yaitu: (1) permasalahan seputar akad ju’alah, dan (2) pola trading secara Binary Option atau IQ Option. Kebetulan broker yang dijadikan wasilah trading juga sama, yaitu Olymptrade. Dalam bayangan penanya, bahwa antara akad ju’alah memiliki kemiripan dengan akad yang ada dalam trading binary option.

Baiklah, penulis akan mencoba menjelaskan kedua aspek tersebut, dan menunjukkan di mana letak perbedaan dari keduanya, yaitu akad ju’alah dan Binary Option. Dengan mengetahui perbedaan ini, kita akan menjadi faham, mengapa akad ju’alah itu dibolehkan, sementara Binary Option merupakan praktik yang haram.

Apa itu Akad Ju’alah?

Akad ju’alah ini seringkali diterjemahkan sebagai akad sayembara. Anda tahu dengan sayembara, bukan? Dalam kosakata Jawa, akad ju’alah ini sering dimaknai sebagai woro-woro. Untuk mendekati ilustrasi ju’alah itu, saya mau mengambil contohnya dari salah satu adegan ketika saya menonton sinetron Angling Darma.

Dalam sinetron tersebut, ada kisah dimana seorang putri yang ingin mendapatkan burung Belibis yang pernah ditemuinya di Kaputren. Burung Belibis tersebut adalah burung yang ajaib karena bisa toto jalmo (berbicara) dan berjambul emas. Belakangan diketahui bahwa burung tersebut ternyata Prabu Angling Dharma, Raja Malwapati.

Mengetahui jika Sang Putri ingin mendapatkan burung Belibis tersebut, akhirnya pihak kerajaan menyampaikan sebuah sayembara kepada rakyatnya, yaitu: “Barangsiapa bisa menangkap burung Belibis yang bisa berbicara layaknya manusia, maka ia akan mendapatkan hadiah dari kerajaan sejumlah uang emas sejumlah 5000 tail.”

Di sebuah pedusunan, hiduplah seorang pemuda bernama Klungsur yang hidup bersama bapaknya yang bekerja di Kedaton. Dialah yang punya Burung Belibis itu. Karena mendengar sayembara itu, dan atas persetujuan dari Sang Burung Belibis, yang tidak lain adalah Prabu Angling Dharma, maka diserahkanlah burung tersebut kepada Sang Raja. Betapa senangnya hati Sang Putri menerima penyerahan Burung Belibis itu. Akhirnya, Sang Raja pun memenuhi apa yang dijanjikannya dengan memberikan hadiah berupa keping uang sebesar 5000 Tail.

Kisah ilustratif di atas, adalah bagian dari contoh akad sayembara (ju’alah). Rukun akadnya jelas, yaitu:

  1. Ada pihak yang memberi pekerjaan (ja’il), yaitu Sang Raja
  2. Ada pihak yang diberi pekerjaan, yaitu warga
  3. Upahnya (ja’lu) juga jelas, yaitu 5000 Tail emas
  4. Ada obyek yang dijadikan pekerjaan (al-maj’ul), yaitu Burung Belibis berjambul emas dan bisa berbicara
  5. Ada target pemberian pekerjaan (maj’ul lah), yaitu tertangkapnya burung Belibis berjambul emas dan bisa berbicara 
Mengenal Istilah Binary Option

Sekarang mari kita kenali apa itu binary option! Binary Option merupakan sebuah mekanisme trading (turunan dari jual beli) yang dilakukan dengan jalan menyerahkan “uang di waktu kini” untuk membeli “uang di waktu yang akan datang” melalui jalan memprediksi kursnya, antara naik atau turun.

Contohnya, anda ingin melakukan trading dengan pasangan antara IDR / USD secara Binary Option pada sebuah akun broker IQ Option. Sebut misalnya adalah Olymptrade. Apa yang anda lakukan?

Anda dituntut untuk menyerahkan uang saat ini juga dengan kurs IDR terhadap USD sebesar 14.110 rupiah. Lalu anda memilih lama kontraknya, yaitu 5 menit mendatang, atau 1 jam mendatang, atau bahkan 1 hari mendatang.

Pada saat jatuh tempo akad kontrak itu, atau yang biasa disebut dengan istilah kadaluarsa / expired (misalnya anda mengambil durasi 5 menit), secara otomatis pihak broker akan menutup kontrak anda. Dan saat itulah kemudian dilakukan penghitungan untung ruginya anda.

Jika ternyata setelah 5 menit itu, kurs IDR terhadap USD adalah sebesar 15 ribu rupiah, maka anda mendapatkan keuntungan sebesar 890 rupiah per USD-nya. Adapun bila sebaliknya terjadi angka penurunan kurs, misalnya sebesar 13.800 rupiah, maka anda rugi sebesar 310 rupiah per USD.

Harga “kurs mendatang” yang tidak diketahui (jahalah) saat anda memutuskan melakukan “akad kontrak” inilah yang dinamakan dengan istilah jual beli salam dan munabadzah. Praktiknya, anda seolah sedang memasang taruhan.

Jika prediksi anda tepat bahwa harga di saat mendatang ternyata adalah “naik”, maka anda mendapat untung (cuan). Sebaliknya, jika prediksi anda salah yang ternyata harga di saat mendatang itu “turun” maka anda kehilangan sebagian dari uang anda (loss).

Tentu hal ini akan sangat berbeda sekali dengan akad ju’alah (sayembara). Pihak yang ikut terjun dalam sayembara, tidak kehilangan harta apapun. Pekerjaannya pun jelas, yaitu mengikuti kriteria memenangkan sayembara. Dalam contoh di atas, kriteria itu adalah menangkap burung belibis. Upah sayembara juga jelas, yaitu pihak yang memenuhi kriteria, akan mendapatkan al-ju’lu (upah/hadiah sayembara). Dalam kasus dongeng di atas, upahnya adalah 5000 tail. Sekarang bandingkan dengan trading Binary Option!

Di dalam trading Binary Option, tidak ada pekerjaan (kulfah) apapun yang bisa anda lakukan. Setelah memasang uang, anda hanya bisa duduk di hadapan komputer sambil ngopi untuk memelototi grafik pergerakan harga mata uang di pasaran global yang sedang dan terus berjalan, sembari terus menunggu dan berharap bahwa hasil tebakan anda adalah benar. Harga kurs di masa mendatang tidak bisa anda ketahui saat memasang itu. Alhasil, anda ibarat membeli burung dalam karung, sembari menebak-nebak bahwa burung itu adalah burung beo. Ternyata, begitu tiba waktunya karung itu dibuka, yang ada bukan burung beo, tapi burung gagak.

Pola transaksi semacam inilah yang kemudian ditengarai oleh syariat sebagai perilaku gharar (spekulatif). Sifat gharar-nya disebabkan anda tidak tahu dengan barang yang anda beli. Anda hanya main tebak-tebakan saja.

Kesimpulan

Jadi, alangkah berbeda sekali antara akad ju’alah (sayembara) dengan trading binary option. Akad ju’alah ditengarai sebagai akad yang sah dalam syariat. Sementara trading binary option condong pada akad jual beli salam dengan obyek barang yang dibeli adalah bersifat untung-untungan (gharar).

Secara hukum Islam, karena di dalam akad salam saja (baca: akad jual beli online!) sudah terdapat unsur gharar yang kebolehan akadnya merupakan hasil dari mengeliminir dampak gharar-nya, maka dengan menambah perilaku gharar (spekulatif) lagi dapat menyebabkan usaha mengeliminir sebelumnya menjadi yang sia-sia. Alhasil, ada 2 akad gharar dalam satu transaksi binary option, yaitu gharar-nya akad salam, ditambah dengan gharar-nya spekulasi. Keberadaan 2 gharar semacam inilah yang dilarang oleh syara’ dengan istilah irtikabu al-ghararain (multi spekulasi), sehingga haram. Wallahu a’lam bi al-shawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here