Bolehkah Takziyah kepada Non-Muslim?

0
958

BincangSyariah.Com – Takziyah adalah mengunjungi orang yang sedang tertimpa musibah kematian salah seoang keluarga atau kerabatnya. Para ulama sepakat bahwa takziyah hukumnya adalah sunah. Kita sangat dianjurkan untuk bertakziyah untuk menguatkan jiwa orang yang tertimpa musibah agar sabar atas musibah yang sedang dialaminya. Namun bagaimana jika yang tertimpa musibah adalah non-Muslim, apakah boleh kita bertakziyah kepadanya?

Disebutkan dalam kitab Mughnil Muhtaj bahwa hukum takziyah pada non-Muslim dibagi tiga, sebagaimana berikut;

Pertama, bertakziyah kepada non-Muslim atas kematian salah seorang keluarganya yang Muslim, maka hukumnya sunah. Ketika bertakziyah kita dianjurkan untuk mengatakan kalimat takziyah berikut;

غَفَرَ اللَّهُ لِمَيِّتِكَ وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ

“Semoga Allah mengampuni mayitmu (orang yang meninggal) dan memperbaiki kesabaranmu.”

Kedua, bertakziyah kepada non-Muslim atas kematian salah seorang keluarganya yang non-Muslim, dan dia ada harapan masuk Islam, maka hukumnya sunah. Ketika bertakziyah kita dianjurkan untuk mengatakan kalimat takziyah berikut;

أَخْلَفَ اللَّهُ عَلَيْكَ وَلَا نَقَصَ عَدَدَكَ

“Semoga Allah mengganti atas kamu dan tidak mengurangi hitungan kamu.”

Ketiga, bertakziyah kepada non-Muslim atas kematian keluarganya yang non-Muslim, dan dia tidak bisa diharapkan memeluk Islam, maka hukumnya boleh. Ketika bertakziyah kita dianjurkan untuk mengucapkan kalimat takziyah berikut;

أَخْلَفَ اللَّهُ عَلَيْكَ وَلَا نَقَصَ عَدَدَكَ

“Semoga Allah mengganti atas kamu dan tidak mengurangi hitungan kamu.”

Menurut Imam Nawawi, jika kita bertakziyah kepada non-Muslim atas kematian non-Muslim, dan dia tidak bisa diharapkan memeluk Islam, maka kita tidak perlu berdoa atas mayit yang meninggal dan keluarga yang ditinggalkan. Kita hanya cukup bertakziyah saja.

Adapun bertakziyah kepada orang Muslim atas kematian keluarganya yang non-Muslim, maka hukumnya sunah. Kita dianjurkan untuk bertakziyah kepada orang Muslim, meskipun keluarga yang meninggal adalah non-Muslim. Dan ketika bertakziyah kita dianjurkan untuk mengucapkan kalimat berikut;

Baca Juga :  Mengapa Ulama Disebut Pewaris Nabi, Bukan Pewaris Rasul? Ini Penjelasan Syekh Ibnu Athaillah

أَعْظَمَ اللَّهُ أَجْرَكَ وَأَخْلَفَ عَلَيْكَ

“Semoga Allah melipatkan pahalamu dan mengganti (kebaikan) atasmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here