Benarkah Bermain Dadu Tidak Boleh dalam Islam?

0
17

BincangSyariah.Com – Di antara permainan yang digandrungi oleh sebagian orang adalah permainan dadu. Permainan dadu ini digunakan untuk menghasilkan angka atau simbol acak dan bersifat spekulatif. Dalam Islam, bagaimana hukum bermain dadu ini, apakah tidak dibolehkan?

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum permainan dadu. Menurut kebanyakan para ulama, baik dari kalangan ulama Hanafiyah, Malikiyah, Syafiiyah dan Hanabilah mengatakan bahwa bermain dadu hukumnya adalah haram. Ini adalah pendapat yang shahih dan diikuti oleh kebanyakan para ulama.

Sementara menurut sebagian ulama Syafiiyah, bermain dadu hukumnya tidak sampai haram, namun hanya makruh. Selama permainan dadu tersebut tidak ada unsur perjudian di dalamnya, maka hukumnya adalah makruh.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

اللَّعِبُ بِالنَّرْدِ مُحَرَّمٌ عِنْدَ جُمْهُورِ الْفُقَهَاءِ مِنَ الْحَنَفِيَّةِ وَالْمَالِكِيَّةِ وَالشَّافِعِيَّةِ عَلَى الصَّحِيحِ عِنْدَهُمْ وَالْحَنَابِلَةُ لِحَدِيثِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدِشِيرِ فَكَأَنَّمَا صَبَغَ يَدَهُ فِي لَحْمِ خِنْزِيرٍ وَدَمِهِ وَمُقَابِل الصَّحِيحِ عِنْدَ الشَّافِعِيَّةِ أَنَّهُ يُكْرَهُ اللَّعِبُ بِالنَّرْدِ كَمَا يُكْرَهُ الشِّطْرَنْجُ عِنْدَهُمْ

Permainan dadu hukumnya adalah haram menurut kebanyakan ulama fiqih, baik dari kalangan ulama Hanafiyah, Malikiyah, Syafiiyah berdasarkan pendapat yang shahih di kalangan mereka, juga ulama Hanabilah. Ini berdasarkan hadis Nabi Saw; Barangsiapa yang melakukan permainan dadu, maka dia seolah-olah mencelupkan tangannya pada daging babi dan darahnya. Yang berlawanan dengan pendapat yang shahih di kalangan ulama Syafiiyah mengatakan bahwa makruh melakukan permainan dadu sebagaimana makruh bermain catur menurut mereka.

Banyak riwayat yang dijadikan dasar keharaman permainan dadu oleh para ulama. Di antaranya adalah hadis riwayat Imam Abu Dawud dari Abu Musa Al-Asy’ari, dia berkata;

مَنْ لَعِبَ ‏ ‏بِالنَّرْدِ  ‏فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ

Siapa yang bermain dadu, berarti dia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Juga riwayat yang disebutkan oleh Imam Al-Bukhari dalam kitab Adab Al-Mufrad, dari Nafi’, dia bercerita sebagai berikut;

أن عبد الله بن عمر كان إذا وجد أحدا من أهله يلعب بالنرد، ضربه وكسرها

Bahwa Ibnu Umar jika melihat salah satu di antara anggota keluarganya bermain dadu, beliau langsung memukulnya dan memecahkan dadu itu.

Terkait perbedaan pendapat mengenai hukum permainan dadu, tentu kita harus bijak menerapkannya. Kita tidak boleh asal melarang orang yang melakukan permainan dadu bila memang tidak terdapat unsur judi di dalamnya. Bisa jadi orang yang melakukan permainan dadu itu hanya untuk sekedar hiburan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here