Belajar Tauhid: Perbedaan Antara Rasul dan Nabi

0
647

BincangSyariah.Com – Salah satu rukun iman yang ada enam adalah iman kepada rasul-rasul Allah swt. Lalu apa sebenarnya perbedaan antara rasul dan nabi itu?

Syekh Thahir Al-Jazairi di dalam kitabnya Al-Jawahirul Kalamiyah Fi Idhahil ‘Aqidah Al-Islamiyyah telah menjelaskan sebagai berikut.

النبي انسان أوحي اليه بشرع وان لم يؤمر بتبليغه فان أمر بتبليغه سمي رسولا أيضا فكل رسول نبي وليس كل نبي رسولا.

Nabi adalah manusia (laki-laki dan merdeka) yang diberikan wahyu untuknya dengan sebuah syariat, namun ia tidak diperintahkan untuk menyampaikannya. Jika ia diperintahkan untuk menyampaikannya, maka ia juga disebut rasul. Maka, setiap rasul itu adalah nabi, dan tidak setiap nabi itu rasul.

Namun, dari definisi yang dijelaskan oleh Syekh Thahir tersebut agak rancu karena mana mungkin seorang nabi diberi wahyu tapi tidak diperintahkan untuk menyampaikan kepada umatnya, alias untuk dirinya sendiri. Bukankah salah satu sifat wajibnya adalah tabligh/menyampaikan.

Sementara itu, imam Al-Baidhawi menjelaskan di dalam kitab Tafsirnya sebagai berikut.

الرسول من بعثه الله بشريعة مجددة يدعو الناس اليها. والنبي من بعثه لتقرير شرع سابق كأنبياء بني اسرائيل بين موسى وعيسى عليهما السلام.

Rasul adalah orang yang diutus oleh Allah swt. dengan syariat yang baru untuk mengajak manusia melaksanakan syariat itu, sedangkan Nabi adalah orang yang diutus oleh Allah untuk menetapkan/meneruskan syariat yang dulu, seperti para nabi Bani Israil antara Nabi Musa dan Isa a.s. (mereka meneruskan syariat rasul sebelumnya).

Dengan demikian, perbedaan antara rasul dan nabi adalah jika rasul diberi syariat yang baru oleh Allah swt., sedangkan nabi meneruskan syariat yang lama. Adapun persamaannya adalah sama-sama diutus oleh Allah swt. untuk berdakwah dan mengajak manusia untuk menjalankan syariatNya. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Baca Juga :  Pengajian Ihya' Gus Ulil: Mengajarkan Anak Kesederhanaan dan Sikap Berbagi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here