Belajar Tauhid; Pandangan Ulama tentang Kitab Taurat yang Ada Sekarang

0
2072

BincangSyariah.Com – Kitab Taurat merupakan kitab Allah Swt. yang wajib kita yakini yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s. Lalu apakah kitab tersebut masih otentik atau orisinal sampai sekarang?

Syekh Thahir Al-Jazairi di dalam kitabnya Jawahirul Kalamiyah Fi Idhahil ‘Aqidah Al-Islamiyyah telah menerangkan sebagai berikut.

اعتقاد العلماء الأعلام أن التوراة الموجودة الآن قد لحقها التحريف. ومما يدل على ذلك أنه ليس فيها ذكر الجنة والنار وحال البعث والحشر والجزاء مع أن ذلك أهم ما يذكر فى الكتب الإلهية. ومما يدل أيضا على كونها محرفة ذكر وفاة موسى عليه السلام فيها فى الباب الأخير منها والحال أنه هو الذي أنزلت عليه.

Keyakinan ulama dunia bahwa Taurat yang ada sekarang telah ditemukan perubahan. Salah satu yang menunjukkan hal itu adalah di dalamnya tidak disebutkan surga, neraka, keadaan saat (hari) dibangkitkan, dikumpulkan (di Padang Mahsyar), serta hari pembalasan. Padahal itu semua merupakan hal yang paling penting disebutkan di dalam kitab-kitab ketuhanan. Dan perubahan juga ditunjukkan dengan disebutkannya wafatnya Nabi Musa a.s. di dalamnya yang terdapat di bab yang terakhir, padahal kitab Taurat itu diturunkan kepada Nabi Musa a.s.

Dengan demikian, maka kitab Taurat yang ada sekarang sudah mengalami perubahan-perubahan, alias tidak orisinal/asli lagi sebagaimana ketika diturunkan kepada Nabi Musa a.s. Bahkan ketidak orisinal ini pun sudah terdeteksi sejak zaman Nabi Muhammad saw. Hal ini pun telah dijelaskan oleh Allah Swt. di dalam ayat Al-Qur’an sebagai berikut.

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَى خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (13)

Baca Juga :  Setiap Kebaikan Akan Dibalas Kebaikan

(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, maka Kami melaknat mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membantu. Mereka suka mengubah firman (Allah) dari tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (Q.S. Al-Maidah/5: 13).

Imam Ibnu Katsir di dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa makna “mengubah firman” adalah mereka (Bani Israil) menyalahgunakan ayat-ayat Allah Swt., mentakwil/menafsirkan kitab Allah Swt. tidak sesuai dengan ketika kitab itu diturunkan bahkan mengartikannya tidak sesuai maksudnya, dan mereka mengatakan apa yang tidak pernah difirman oleh Allah Swt.  Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here