Belajar Tauhid; Cara Meyakini Perbuatan-perbuatan Allah Berbeda dengan MakhlukNya

0
2803

BincangSyariah.Com – Sifat wajib Allah swt. yang keempat adalah Al-Mukhalafatu lil Hawaditsi, yakni berbeda dengan makhlukNya baik dzatNya, sifat-sifatNya, maupun af’al atau perbuatan-perbuatanNya. Lalu bagaimana cara kita meyakini bahwa perbuatan-perbuatan Allah swt. itu berbeda dengan makhlukNya?

Syekh Thahir Al-Jazairi di dalam kitabnya Jawahirul Kalamiyah Fi Idhahil A’qidah Al-Islamiyyah mengatakan bahwa cara meyakini perbuatan-perbuatan Allah swt. itu berbeda dengan makhlukNya adalah sebagai berikut.

ان نعتقد ان افعال المولى سبحانه وتعالى لاتشابه افعال شيئ من الموجودات. لان المولى سبحانه وتعالى يفعل الاشياء بلاواسطة ولاالة

Kita meyakini bahwa perbuatan-perbuatan/pekerjaan Allah swt. itu tidak sama dengan perbuatan-perbuatan sesuatu yang wujud (makhlukNya). Karena Allah swt. itu melakukan segala sesuatu dengan tanpa perantara dan alat (bantu).

Berdasarkan keterangan tersebut, maka Allah swt. melakukan segala sesuatu itu sangat berbeda dengan makhlukNya. Allah swt. tidak butuh bantuan dan alat apapun untuk melakukan sesuatu hal. Berbeda dengan makhlukNya yang tidak dapat melakukan suatu pekerjaan dengan sendiri, pasti membutuhkan orang atau alat bantu yang lain. Misalnya, manusia mau membangun rumah, pasti ia butuh tukang, bahan-bahan material, penjual bahan-bahan material, dan lain sebagainya.

Di dalam Al-Qur’an difirmankan

اِنَّمَآ اَمْرُهٗٓ اِذَآ اَرَادَ شَيْـًٔاۖ اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ

Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu. (Q.S. Yasin: 82)

Lebih lanjut, Syekh Thahir Al-Jazairi juga menjelaskan,

وانه لا يفعل شيئا لاحتياجه اليه وانه لايفعل شيئا عبثا اي بغير فائدة لانه سبحانه وتعالى حكيم.

Dan sungguh Allah swt. itu tidak melakukan sesuatu hal pun karena membutuhkannya. Allah swt. (juga) tidak melakukan sesuatu dengan sia-sia, karena Dia adalah maha Suci, Maha luhur yang bijaksana.

Jadi, selain Allah swt. tidak butuh perantara siapapun dan alat apapun dalam mengerjakan sesuatu, Allah swt. juga tidak melakukan sesuatu hal didasarkan karena Dia membutuhkan sesuatu itu. Berbeda dengan makhlukNya yang pasti ketika melakukan pekerjaan, ada suatu kebutuhan yang ia dambakan dari pekerjaan itu, misalnya ia bekerja agar dapat gaji dan karir yang gemilang.

Baca Juga :  Perbudakan Bukan Tradisi Islam, Justru Islam Berupaya Menghapusnya

Selain itu, semua yang dikerjakan Allah swt. tidak ada yang sia-sia atau tidak ada faidahnya, semuanya yang dikerjakan oleh Allah swt. atas kehendakNya pasti ada gunanya. Karena Allah swt. tidak pernah main-main seperti makhlukNya.

Di dalam Al-Qur’an difirmankan

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاۤءَ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لٰعِبِيْنَ

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya dengan main-main. (Q.S. Ad-Dukhan/38)

اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ

Maka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (Q.S. Al-Mukminun/115)

Demikianlah cara meyakini bahwa perbuatan-perbuatan Allah itu tidak sama dengan makhlukNya. Yakni Allah swt. tidak membutuhkan perantara siapapun dan alat bantu apapun dalam mengerjakan sesuatu. Allah swt. juga tidak melakukan sesuatu karena Dia butuh sesuatu itu, serta semua yang dikerjakan Allah swt. itu tidak ada yang sia-sia. Semuanya ada faidahnya, karena Allah swt. tidak pernah main-main dalam melakukan sesuatu. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here