Belajar Tauhid; Cara Kita Mengimani Sifat Sama’ Allah Swt.

0
1293

BincangSyariah.Com – As-Sam’u atau mendengar adalah salah satu sifat dari dua puluh sifat wajib Allah Swt. Lalu bagaimana cara kita mengimani sifat Sama’ Allah Swt. itu?

Syekh Thahir Al-Jazairi di dalam kitabnya Al-Jawahirul Kalamiyah Fi Idhahil A’qidah Al-Islamiyyah mengatakan bahwa cara beriman atau meyakini sifat sama’ Allah Swt. itu adalah sebagai berikut.

هو أن نعتقد أن الله سبحانه موصوف بالسمع وأنه يسمع كل شيئ سرا كان أو جهرا، لكن سمعه سبحانه وتعالى ليس كسمعنا فان سمعنا بواسطة الأذن، وسمعه سبحانه ليس بواسطة شيئ.

Yakni kita meyakini bahwa Allah Swt. (memiliki) sifat sama’ (mendengar). Allah Swt. mendengar segala sesuatu baik yang rahasia maupun yang bersifat terang-terangan, tetapi pendengaran Allah Swt. tidak sama dengan pendengaran kita. Sungguh, pendengaran kita dengan bantuan perantara telinga, sedangkan pendengaran Allah Swt. tidak membutuhkan perantara apapun.

Allah Swt. berfirman:

قَدْ سَمِعَ اللّٰهُ قَوْلَ الَّتِيْ تُجَادِلُكَ فِيْ زَوْجِهَا وَتَشْتَكِيْٓ اِلَى اللّٰهِ ۖوَاللّٰهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَاۗ اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌۢ بَصِيْرٌ

Sungguh, Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat. (Q.S. Al-Mujadalah: 1)

Berdasarkan keterangan di atas, maka cara kita mengimani sifat sama’ Allah Swt. adalah dengan meyakini bahwa Allah Swt. itu benar-benar mendengar segala sesuatu. Allah Swt. mampu mendengar yang terang-terangan maupun yang bersifat rahasia sekalipun. Oleh sebab itu, orang yang beriman kepada Allah Swt. pasti tidak akan merencanakan kejahatan-kejahatan tersembunyi serta mengatakan hal-hal yang dilarang oleh agama, karena ia selalu merasa bahwa apa yang ia rencanakan, ia niatkan di dalam hati, atau ia ucapkan dengan lisannya pasti didengar Allah Swt. Selain itu, kita juga meyakini bahwa Allah Swt. mendengar tidak seperti makhlukNya yang butuh telinga untuk dapat mendengar. Karena jika Allah Swt. butuh telinga, berarti Allah Swt. sama dengan makhlukNya, padahal Allah Swt. sama sekali tidak sama dengan makhlukNya. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Baca Juga :  Memahami Tafsir Ayat 'Udkhulu Fissilmi Kaffah'

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here