Belajar Tauhid; Cara Kita Mengimani Sifat “Bashar” Allah Swt.

0
811

BincangSyariah.Com – “Al-Bashar” atau melihat adalah salah satu sifat dari dua puluh sifat wajib Allah Swt. Lalu bagaimana cara kita mengimani sifat bashar Allah Swt. itu?

Syekh Thahir Al-Jazairi di dalam kitabnya Al-Jawahirul Kalamiyah Fi Idhahil A’qidah Al-Islamiyyah mengatakan bahwa cara beriman atau meyakini sifat bashar Allah Swt. itu adalah sebagai berikut.

هو ان نعتقد أن الله سبحانه موصوف بالبصر وأنه بكل شيئ بصير. يبصر حتى النملة السوداء في الليلة الظلماء وأصغر من ذلك، لايخفى على بصره شيئ في ظاهر الأرض وباطنها وفوق السماء ومادونها لكن بصره سبحانه ليس كبصرنا: فان بصرنا يكون بواسطة العين وبصره سبحانه ليس بواسطة شيئ.

Yakni kita meyakini bahwa Allah itu memiliki sifat bashar (melihat). Sungguh, Allah Swt. Maha Melihat segala sesuatu. Dia melihat hingga semut yang berwarna hitam di malam yang gelap dan yang paling kecil dari itu. Sesuatu yang ada di permukaan maupun di dalam bumi, di atas langit maupun di bawah langit tidak ada yang sama di dalam pandangan Allah Swt. Namun, pandangan Allah Swt. tidak sama dengan pandangan kita, pandangan kita butuh perantara bantuan mata, sedangkan pandangan Allah Swt. dengan perantara apapun.

Allah Swt. berfirman:

اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰىۗ

Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)? (Q.S. Al-Alaq: 14)

قَالَ لَا تَخَافَآ اِنَّنِيْ مَعَكُمَآ اَسْمَعُ وَاَرٰى

Dia (Allah) berfirman, “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.” (Q.S. Thaha: 46)

Dengan demikian, maka cara kita mengimani sifat bashar Allah Swt. adalah dengan meyakini bahwa Allah Swt. itu Maha Melihat segala sesuatu. Pandangan Allah Swt. meliputi yang samar maupun yang jelas, bahkan Dia mampu melihat semut hitam yang kecil di gelapnya malam. Oleh sebab itu, maka orang yang beriman tidak akan berani maksiat kepada Allah Swt., di tempat yang sepi sekalipun, karena ia yakin bahwa Allah Swt. pasti melihatnya. Dan Allah Swt. itu tidak membutuhkan mata atau alat untuk melihat karena Allah Swt. tidak sama dengan makhlukNya yang membutuhkan mata untuk melihat. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Baca Juga :  Tidak Mengikuti Isbat Ramadhan dari Pemerintah, Bagaimana Hukumnya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here