Belajar Tauhid; Cara Kita Beriman kepada Rasul-rasul Allah

0
3776

BincangSyariah.Com – Rukun iman yang keempat adalah beriman kepada rasul-rasul Allah Swt. Lalu bagaimana cara kita beriman kepada rasul-rasul Allah Swt. itu?

Syekh Thahir Al-Jazairi di dalam kitabnya Al-Jawahirul Kalamiyah Fi Idhahil ‘Aqidah Al-Islamiyyah telah menjelaskan bahwa cara beriman kepada rasul-rasul Allah Swt. adalah sebagai berikut.

أعتقد أن لله رسلا أرسلهم رحمة منه وفضلا مبشرين للمحسن بالثواب ومنذرين للمسيئ بالعقاب ومبينين للناس ما يحتاجون اليه من مصالح الدين والدنيا ومفيدين لهم ما يبلغون به الدرجة العليا. وايدهم بايات ظاهرة ومعجزات باهرة أولهم آدم وآخرهم نبينا محمد عليهم الصلاة والسلام.

Saya meyakini bahwa Allah Swt. memiliki rasul-rasul yang Dia utus dengan membawa rahmat dan keutamaan dariNya. (Tugas) mereka adalah sebagai pembawa kabar gembira untuk orang yang berbuat baik berupa pahala, pengingat untuk orang yang berbuat kejelekan berupa siksa, penjelas untuk manusia tentang kemaslahatan agama dan dunia yang mereka butuhkan, dan sebagai pemberi faidah untuk mereka yang telah mencapai derajat yang tinggi. Allah Swt. pun telah membekali mereka tanda-tanda yang jelas (tentang kebesaran Allah Swt. dan bukti kenabian mereka) serta mukjizat-mukjizat yang menakjubkan. Utusan yang pertama dari mereka adalah Adam dan yang paling akhir adalah Nabi kita Muhammad alaihimus shalatu was salam.

Adapun terkait dengan tugas-tugas diutusnya para rasul tersebut, Allah Swt. berfirman:

رُسُلًا مُّبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ لِئَلَّا يَكُوْنَ لِلنَّاسِ عَلَى اللّٰهِ حُجَّةٌ ۢ بَعْدَ الرُّسُلِ ۗوَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا

Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. (Q.S. An-Nisa/4: 165)

Demikianlah cara kita beriman kepada rasul-rasul Allah Swt. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Baca Juga :  Lima Rasul "Ulul Azmi"

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here