Belajar Tauhid; Bagaimana Cara Kita Beriman kepada Al-Qur’an itu?

0
2328

BincangSyariah.Com – Beriman kepada kitab-kitab Allah swt. adalah rukun iman yang ketiga. Dan salah satu kitab yang harus kita imani adalah kitab Al-Qur’an. Lalu bagaimana cara kita beriman kepada Al-Qur’an itu?

Syekh Thahir Al-Jazairi di dalam kitabnya Al-Jawahirul Kalamiyah Fi Idhahil ‘Aqidah Al-Islamiyyah mengatakan bahwa cara beriman kepada Al-Qur’an adalah sebagai berikut.

أعتقد أن القرآن أشرف كتاب أنزله الله سبحانه وتعالى على أشرف أنبيائه محمد صلى الله عليه وآله وسلم وهو آخر الكتب الإلهية نزولا. وهو ناسخ لجميع الكتب قبله وحكمه باق الى يوم القيامة. لايمكن أن يلحقه تغيير ولا تبديل وهو أعظم آية على نبوة نبينا محمد صلى الله عليه وآله وسلم لكونه أعظم المعجزات.

Saya meyakini bahwa Al-Qur’an adalah kitab paling mulia yang diturunkan oleh Allah swt. kepada Nabi yang paling mulia, yakni Muhammad saw. Kitab Al-Qur’an adalah kitab ketuhanan yang paling akhir turun. Ia menaskh (menghapus) semua kitab-kitab terdahulu, dan hukumnya kekal sampai hari Kiamat. Tidak mungkin ada perubahan dan pergantian di dalamnya. Dan Al-Qur’an adalah tanda kenabian Nabi kita Muhammad saw. yang paling agung karena ialah mukjizat yang paling besar.

Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa:

  1. Al-Qur’an adalah kitab Allah swt.
  2. Al-Qur’an adalah kitab paling mulia yang diturunkan kepada manusia yang paling mulia, Nabi Muhammad saw.
  3. Al-Qur’an adalah kitab yang paling akhir diturunkan
  4. Al-Qur’an adalah kitab yang mengamandemen semua kitab-kitab sebelumnya.
  5. Hukum-hukum atau syariat yang ada di dalam Al-Qur’an akan kekal sepanjang masa.
  6. Al-Qur’an tidak mungkin berubah/dirubah selamanya
  7. Al-Qur’an adalah mukjizat Nabi Muhammad yang paling agung/besar.

Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Baca Juga :  Turunnya Wahyu yang Kedua kepada Nabi Muhammad saw.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here