Belajar Mendidik Istri dari Rasulullah

0
5513

Kasih sayang istri merupakan keteguhan, konsistensi, serta kekuatan bagi pasangannya untuk meraih kesuksesan. Kasih sayang istri yang membuat suami menjadi kuat.

Ia akan termotivasi untuk lebih menyenangkan istrinya dengan bekerja keras dan mengubah diri menjadi pribadi yang jauh lebih baik.

Kepekaan perempuan menjadikan pasangannya lebih progresif dalam merencanakan masa depan. Istri  yang peka mampu menghibur suami tanpa harus diminta.

Namun adakalanya, dalam suatu rumah tangga, istri melakukan suatu kesalahan. Dan hal itu menjadi tanggungjawab suami untuk menegur, mengingatkan, dan mengarahkan kembali istrinya ke jalan yang lurus.

Dan dalam melakukan kewajibannya untuk mendidik seorang istri, Islam telah jelas memberikan tuntunan dan arahan bagi kaum suami untuk melakukannya dengan cara yang baik dan benar. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلاَ يُؤْذِي جَارَهُ وَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهُ كَسَرْتَهُ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ، فَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا.

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya. Berwasiatlah kepada wanita dengan kebaikan. Sebab, mereka diciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika engkau meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau membiarkannya, ia akan tetap bengkok. Oleh karena itu, berwasiat-lah kepada wanita dengan kebaikan.”

Allah Yang Maha Adil menciptakan wanita dengan segala kekurangan dan kelemahannya. Ia butuh dibimbing dan diluruskan karena ia diciptakan dari tulang yang bengkok. Namun, untuk meluruskannya butuh kelembutan dan kesabaran agar tidak patah.

Sebab itulah, menurut Ibnu Hajar Al Asqalani hadis tersebut menggambarkan seakan-akan ada isyrat agar suami meluruskan istrinya dengan lembut dan tidak berlebihan hingga mematahkannya. Tidak pula denga membiarkan snag istri terus menerus di atas kebengkokannya.

Baca Juga :  Benarkah Menjawab Salam dengan ‘Wa  ‘alaikum salam’ Salah?

Selain itu, hadis tersebut memberikan pelajaran dalam menunjukkan cara mendidik istri dengan memaafkan dan bersabar atas kebengkokannya. Siapa yang tidak berupaya meluruskan mereka (dengan cara yang halus), dia tidak akan bisa mengambil manfaat darinya.

Padahal, tidak ada seorang pun yang tidak butuh dengan istri untuk mendapatkan ketenangan bersamanya, serta membantu dalam kehidupannya. Seolah-olah Nabi Nabi berpesan, “Merasakan kenikmatan dengan istri tidak akan sempurna kecuali dengan bersabar terhadapnya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here