Belajar Bersabar, Jangan Lupakan Dua Macam Sabar dalam Alquran

6
9109

BincangSyariah.Com – Sabar sebagai kunci kesuksesan seorang hamba dalam kehidupan dunia atau akhirat banyak dibicarakan dalam Alquran. Terbukti, Allah Swt menyebut kata sabar dalam Alquran sebanyak 101 kali. Tapi di balik banyaknya penyebutan tersebut, ada dua macam sabar yang dapat diketengahkan untuk menjadi pelajaran berharga sebagai berikut:

Pertama al-shobr al-jamil (sabar yang baik)

Sabar dalam arti tidak mengeluh dan juga tidak merasa lemah diartikan sebagai sabar yang baik sebagaimana firman Allah Swt Q.S. al-Ma’arij: 5, Yusuf: 18 dan al-Baqarah: 177 berikut:

فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلا

“Maka bersabarlah kamu dengan kesabaran yang baik.”

قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَنِي بِهِمْ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

“Ya’qub berkata: Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana“.

Kesabaran jenis pertama ini bisa nampak di saat kita mampu menghadapi ujian yang berupa kemiskinan, musibah serta permusuhan sebagaimana firman Allah Swt berikut:

وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

“Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Kedua, Alshabr alsyakur (sabar yang bersyukur)

Maksud dari sabar jenis kedua ini adalah tetap konsisten pada kebaikan, tidak mudah terpengaruh ajakan nafsu yang dapat memalingkan ketaatan kepada hal-hal yang tidak ridai Allah Swt. (Kemaksiatan).

Sabar jenis ini intinya adalah bersyukur pada Allah Swt atas segala nikmatnya dengan cara tetap menggunakan kenikmatan pada hal-hal yang diridai Allah serta menjauhi hal-hal yang dilarang.

Baca Juga :  Metafora Sabar dalam Puisi Rumi

Dalam hal ini Allah Swt berfirman yang termuat dalam keempat surat berikut:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَى بِآيَاتِنَا أَنْ أَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَذَكِّرْهُمْ بِأَيَّامِ اللَّهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami (dan Kami perintahkan kepadanya), “Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang, dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah.” Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur” (Q.S. Ibrahim: 5)

أَلَمْ تَرَ أَنَّ الْفُلْكَ تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِنِعْمَتِ اللَّهِ لِيُرِيَكُمْ مِنْ آيَاتِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

“Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur.” (Qs. Luqman: 31)

 وَمَزَّقْنَاهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

“Dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang yang sabar dan bersyukur” (Q.S. Saba’: 19)

إِن يَشَأْ يُسْكِنِ الرِّيحَ فَيَظْلَلْنَ رَوَاكِدَ عَلَىٰ ظَهْرِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

“Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaannya) bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur.”(Q.S. Al-Syura: 33)

Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa intinya sebar itu ada dua macam, pertama sabar dalam menghadapi sesuatu yang buruk menimpa kita dengan tidak mengeluh dan lemah serta putus asa. Kedua, sabar dalam menghadapi kebaikan-kebaikan yang telah diberikan oleh Allah dengan cara menggunakan kebaikan tersebut pada jalan yang diridai Allah serta tidak berpaling darinya.

Baca Juga :  Kementerian Agama Merevisi Penulisan 186 Kata dalam Alquran

Selanjutnya, dilihat dari bentuk katanya yang diungkap dengan menggunakan kata mubalaghah (melebihkan) dalam firman Allah pada bagian kedua di atas maka sabar dalam menghadapi kebaikan Allah lebih sulit. Terbukti, faktanya banyak dari kita yang lalai di saat mendapatkan kebaikan. Wallahu a’lam

Diolah dari kitab “Falsafah al-Tarbiyah al-Islamiyah” karya Dr. Majid Arsan al-Kailani

6 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here