Bantahan Cocokologi Ayat Isolasi Diri Terkait Virus Corona

1
1433

Bincangsyariah.Com – Masih hangat di telinga kita pesan broadcast yang tersebar melalui media sosial, seperti WA, Facebook, Instagram, dll. yang isinya seputar kebenaran Al-Qur’an terkait virus Corona dan pengisolasian diri.

Berikut isi broadcast yang tengah ramai tersebut:

Saya jadi penasaran dengan arti Qarana, saya sengaja membuka kamus al-Qur’an. Saya dapati lafald Qarana (qaf-ra-nun) ada di QS. Al-Ahzaab: 33. Saya jadi tercengang ketika melihat potongan ayat tersebut.

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya

Pesannya sangat jelas bahwa lafadz Qarana mengandung arti perintah untuk tinggal. Tinggalnya dimana? Dirumah-rumahmu, di keluargamu, karena kata Nabi rumahku adalah sorgaku. Rumah kalian adalah sorga kalian semua. Ciptakan sorga di keluarganya masing-masing. Coronavirus menggiring kembalinya kesadaran bahwa yang paling hakekat dalam kehidupan adalah keluarga. Sehingga Nabi sendiri memberi parameter kebaikan manusia diukur dari kebaikannya kepada keluarganya

Kasus di atas dapat dikatakan sebagai fenomena cocokologi ayat Al-Qur’an, di mana si pembuat pesan mencoba untuk mencocokan kata Qarna (qaf-ra-na) dengan kasus pandemi yang tengah kita rasakan hari ini, Corona (Covid-19). Kemudian ia melihat terjemahannya yang diartikan dengan “tinggallah”. Maksudnya adalah jika kita terserang Corona, maka tinggallah di rumah masing-masing atau isolasi.

Pada dasarnya, cocokologi adalah suatu paham yang mencoba mencocokkan suatu kejadian, peristiwa, tulisan, berita, atau kata dengan sesuatu di masa yang akan datang. Jadi, cocokologi Al-Qur’an adalah pemahaman yang mencoba mencocokan, baik peristiwa ataupun kata yang ada di dalam al-Qur’an dengan peristiwa yang sedang dialami oleh si pelaku pencocokan.

Baca Juga :  Diundang Resepsi Pernikahan, Apa Hukumnya Meneruskan Puasa Sunnah?

Fenomena cocokologi semacam ini sangat digemari oleh sebagian umat Islam, karena mereka merasa bahwa hal tersebut sebagai salah satu bukti kemukjizatan Al-Qur’an. Bahkan, di awal kemunculuan virus Corona, ada yang sempat mengaitkannya dengan salah satu isi yang ada di dalam Iqra, seperti Qa Ra Na, Kha La Qa, Za Ma Na, Ka Dza Ba, yang mereka artikan dengan virus Corona diciptakan di zaman yang penuh kedustaan.

Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi fenomena di atas? Layakkah umat Islam memiliki paham cocokologi seperti ini?

Untuk menyikapi fenomena di atas, kita perlu melakukan tinjauan bahasa, alur teks dan konteks ayat yang mereka kutip.

Tinjauan Bahasa:

Al-Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan bahwa lafadzh Qarna diambil dari kata Waqara – Yaqiru – Waqaaratan yang fi’il amr-nya (bentuk perintah) adalah Qir atau Qar, dan Qarna adalah dhamir hunna (perempuan lebih dari 2 orang) dari fi’il amr tersebut. Artinya dari sini, Qarna dalam ayat di atas bukan berasal dari kata Qarana, sebagaimana dugaan mereka yang mengatakan bahwa ayat tersebut berdasarkan pencarian dari kata Qarana.

Dari segi arti waqara diartikan dengan sakana ‘tinggal/menetap’. Oleh karena itu, terjemah yang tepat dari lafaz waqarna fi buyutikunna adalah ‘dan menetaplah wahai sekalian perempuan di rumah-rumah kamu’. Jika demikian, apakah yang harus mengisolasi diri adalah perempuan saja? Sedangkan laki-laki bebas berkeliaran?

Tinjauan Alur Teks

Selanjutnya, ia mengira bahwa ayat tersebut diperuntukkan untuk siapapun, baik laki-laki maupun perempuan. Padahal, kenyataannya ayat tersebut ditujukan khusus kepada istri-istri Nabi. Kita bisa membuktikannya melalui kaitan dengan ayat sebelumnya, yaitu surah al-Ahzab ayat 32.

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا

Baca Juga :  Mengenal Asbabun Nuzul, Latar Diturunkannya Ayat Al-Qur'an

Wahai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.

Tinjauan Konteks Ayat

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, bahwa ayat ini turun sebagai pesan kepada istri-istri Nabi untuk bersikap atau memiliki adab seperti apa yang diperintahkan Allah kepada mereka dan peringatan bahwa mereka tidak seperti wanita lainnya baik dari segi keutamaan maupun kedudukannya.

Berdasarkan keterangan di atas, bahwa surah al-Ahzab ayat 33, tidak berkaitan dengan suatu musibah ataupun wabah, sebagaimana sangkaan penyebar pesan broadcast di atas. Ayat ini murni membicarakan tentang akhlak, bukan perintah untuk mengisolasi diri.

Merujuk pada ketiga tinjauan di atas, sudah selayaknya bagi umat Islam untuk berhenti percaya dan menyebarkan pesan-pesan cocokologi ayat Al-Qur’an dengan fenomena virus Corona yang tengah melanda kita atau yang semacam dengannya. Sebab, pesan-pesan semacam itu tentunya mengandung unsur pembodohan, sekaligus sesat-menyesatkan. Di samping itu juga, untuk membuktikan kebenaran dan kemukjizatan Al-Qur’an, kita tidak perlu melakukan hal konyol semacam itu. Wallahu A’lam.

1 KOMENTAR

  1. Banyak banget nih temen perempuan aku yang nyebarin beginian. Padahal mah (atas izin Allah) sekali aku baca ayat ini langsung teringat Asbabun Nuzul ayat ini untuk istri-istri Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam. Subhanallah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here