Bani Hud: Serangan Pasukan Kristen dan Masuknya al-Murabithun

1
128

BincangSyariah.Com – Sulaiman bin Hud sebelum wafat sempat membagi wilayah kekuasaannya menjadi lima bagian kepada lima anaknya. Ahmad mendapat kota Zaragoza, Yusuf mendapatkan Lleirda, Muhammad mendapat kota Calatayud, Lubba mendapatkan kota Huesca, dan Mundzir mendapatkan Tudela. Namun ternyata penbagian wilayah ini justru menimbulkan perpeca, han dan perang saudara. Mereka saling berebut wilayah dan merasa paling berkuasa.

Ahmad bin Sulaiman menjadi paling beruntung karena mendapat wilayah kekuasaan paling luas di antara saudaranya yang lain. Kesempatan ini menjadikan Ahmad bersikap otoriter dan ambisius. Ia menyerang saudara-saudaranya dan memenjarakan mereka. Ia lalu merebut wilayah kekuasaan yang sebelumnya dipegang oleh saudara-saudaranya, terkecuali Lleirda yang masih dipegang oleh Yusuf bin Sulaiman. Pada akhirnya ia tetap menyerang wilayah kekuasaan Yusuf sampai berhasil mengalahkannya.

Pertempuran yang terjadi antara ia dan saudaranya, Yusuf menimbulkan pertumpahan darah yang hebat. Ahmad meminta bantuan pasukan Kristen untuk melancarkan misi penyerangan ini. Sampai akhirnya ia menjadi penguasa terkuat dengan wilayah terluas di Zaragoza. Selain bisa merebut wilayah kekuasaan saudara-saudaranya. Tetapi masa kepemimpinnya dipenuhi dengan pertempuran dan perebutan kekuasaan, terutama dengan Kerajaan Kristen.

Serangan terbesar yang diterima oleh umat Muslim pada masa kepemimpinannya ialah serangan yang terjadi di Barbastro. Raja Norman dari Kerajaan Prancis melakukan penyerangan ke kota ini pada tahun 1064 M. Ia dan pasukannya melakukan pembasmian besar-besaran kepada umat Muslim dan ini menjadi pembantaian terbesar yang terjadi di kota Barbastro dalam catatan sejarah. Ahmad bin Sulaiman tidak langsung menyelamatkan dan membebaskan penduduk kota, sebab itu menjadi tugas Yusuf bin Sulaiman. Dalam catatan sejarah penyerangan berlangsung selama 40 hari dan menggugurkan pasukan Prancis sebanyak 500 orang.

Pasukan Kristen dari Kerajaan Prancis melakukan penghentian saluran air yang mengairi beberapa daerah tempat penduduk tinggal. Penghentian ini menyebabkan krisis air dan hilangnya sumber air bersih sehingga hampir semua penduduk mengalami paceklik. Mereka harus bertahan hidup pada masa-masa sulit ini. Akhirnya sebagian penduduk di kota Barbastro mati kecuali beberapa pemimpinnya.  Sisanya mencari perlindungan ke tanah-tanah atau daerah baru atau bahkan ke pegunungan. Penduduk yang masih bertahan di tempat diserang oleh umat Kristen dari Kerajaan Prancis, terutama kaum-kaum lemah seperti gadis dan anak-anak.

Masa kepemimpinan yang penuh dengan pertempuran dan penyerangan ini tetap melahirkan ulama di bidang tertentu. Sebagian dari mereka adalah Abu al-Walid al-Baji yang dikenal sebagai ahli Fiqh dan menterinya yaitu al-Muthrof bin Dibagh. Ahmad bin Sulaiman sendiri merupakan cendekiawan yang menekuni bidang Falsafah, Matematika dan menulis beberapa buku di kedua bidang tersebut. Ahmad berhasil membangun dinasti yang besar dengan wilayah kekuasaannya yang luas hingga ia wafat pada tahun 1081 M. Itu berarti ia memimpin selama 30 tahun.

Sebagaimana yang dahulu dilakukan oleh Ayahnya, Sulaiman bin Hud, Ahmad membagi wilayah kekuasaannya kepada dua anaknya. Keduanya ialah Yusuf yang dijuluki al-Mu’tamin dan al-Mundzir. Yusuf al-Mu’tamin menerima bagian wilayah Zaragoza, sedangkan adiknya, al-Mundzir mendapatkan wilayah Leirda dan Tortosyo. Juga seperti yang terjadi sebelumnya, pembagian wilayah tidak menutup kemungkinan terjadinya pertikaian. Masing-masing dari keduanya juga meminta pertolongan kepada pasukan Kristen. Yusuf al-Mu’tamin meminta bantuan kepada Rodrigo Diaz de Vivar. Ia adalah seorang bangsawan Castille yang kemudian menjadi pemimpin politik dan pemimpin perang. Sedangkan al-Mundzir meminta bantuan kepada Sancho, pemimpin di Dinasti Aragon dan Ramon, pemimpin Barcelona.

Yusuf al-Mu’tamin tidak hanya dikenal sebagai pemimpin yang pandai dalam bidang militer. Ia juga merupakan cendekiawan di bidang Ilmu Falak dan Matematika. Ia mengarang dua buku berjudul Risalah al-Iktimal dan al-Manadzhir. Risalah al-Istikmal pada abad ke-18 M telah diterjemahkan ke dalam bahasa latin. Kepemimpinannya begitu singkat, hanya berlangsung selama empat tahun yang kemudian diteruskan oleh putranya, Ahmad al-Musta’in.

Pada masa kepemimpinan al-Mustain, wilayah Zaragoza sedang rentan mengalami serangan terutama dari Alfonso, Raja Kastilia. Sebelumnya Alfonso berhasil menggulirkan kekuasaan Islam di Toledo pada 1080 M. Ia terus menggencarkan upaya penggulingan kekuasaan dan al-Mustain mencari upaya untuk menghentikannya. Ia tak punya cara lain selain memohon dengan cara menyerahkan sejumlah harta agar tetap memberi keamanan untuk wilayahnya. Kekuatan pasukan Kristen kala itu sangat besar, sehingga jika pasukan muslim melakukan perlawanan akan menjadi bumerang tersendiri. Tetapi mereka menolaknya dan tetap melakukan penyerangan. Ambisi mereka untuk mendapatkan Zaragoza begitu besar.

Penyerangan Alfonso akhirnya melemah setelah mereka mendengar berita kedatangan al-Murobithun. Dan kesempatan ini dimanfaatkan oleh al-Musta’in untuk mencari perlindungan serta merebut wilayah Valensia, impiyan Ayahandanya terdahulu. Namun usahanya gagal karena ia masih terus mengandalkan tentara bayaran dari kaum Kristen di bawah pimpinan Rodrigo yang justru menginginkan wilayah itu juga. Justru Valensia jatuh di tangan pasukan Kristen pada tahun 1095 M sampai akhirnya direbut oleh pasukan al-Murabithun pada tahun 1102 M.

Dinast Bani Hud yang dipimpin oleh al-Musta’in mendapat serangan dari dua arah yaitu dari pasukan Kristen dan al-Murabithun. Ia akhirnya terbunuh saat pasukan muslim mendapat serangan dari Pedro I, Raja Portugal yang juga menyebabkan lebih dari dua ribu tentara muslim meninggal. Al-Musta’in terbunuh pada 1096 M dan kepemimpinan Dinasti Bani Hud digantikan oleh putranya, Abdul Muluk yang dijuluki dengan Imad ad-Daulah.

*diolah dari kitab “Qisshoh al-Andalus Min al-Fathi ila as-Suquth” karya Raghib as-Sirjani

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here