Bangkai Hewan yang Bisa Hidup di Air dan Darat, Suci Atau Najis?

0
8

BincangSyariah.Com – Di media sosial, terdapat sebuah pertanyaan mengenai hukum bangkai hewan yang bisa hidup di dua alam, yaitu air dan darat. Seperti katak, buaya, kura-kura dan lainnya. Mengingat hewan jenis ini bisa hidup di laut atau air, apakah bangkainya dihukumi suci sebagaimana ikan? Atau sebaliknya dihukumi najis sebagaimana bangkai hewan darat lainnya?

Dalam kitab-kitab fiqih, hewan yang bisa hidup di dua alam ini, yaitu air dan darat, disebut dengan al-hawayan al-barma-i. Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum bangkai hewan yang bisa hidup di dua alam ini.

Menurut ulama Hanafiyah, semua jenis hewan yang hidup di air, maka bangkainya dihukumi suci. Meski ia juga bisa hidup di darat, namun karena ia juga termasuk hewan yang bisa hidup di air, maka bangkainya tidak dihukumi najis, melainkan dihukumi suci sebagaimana ikan.

Sementara menurut ulama Syafiiyah, bangkai hewan yang bisa hidup di air dan darat dihukumi najis. Meski ia bisa hidup di air, namun karena ia juga termasuk hewan yang bisa hidup di darat, maka bangkainya dihukumi najis sebagaimana bangkai hewan darat lainnya.

Karena itu, bangkai katak, buaya, kura-kura, dan lainnya, dihukumi suci menurut ulama Hanafiyah. Ini karena semua hewan ini bisa hidup di air, dan semua bangkai hewan yang bisa hidup di air dihukumi suci.

Sementara menurut ulama Syafiiyah, bangkai katak, buaya, kura-kura dan lainnya, dihukumi najis. Ini karena semua hewan ini, meski bisa hidup di air, namun karena juga bisa hidup di darat, maka bangkainya disamakan dengan hewan darat lainnya, yaitu sama-sama najis.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Fatawa Al-Amidiyah berikut;

سؤال: ما حكم ميتة حيوان البحر الذي يعيش في البر كالضفدع والتمساح والحية والسرطان؟

جواب: قال الحنفية موت ما يعيش في الماء فيه لا ينجسه كالسمك والضفدع والسرطان وقال الشافعية ميتة حيوان البحر الذي يعيش في البر كالضفدع والتمساح والحية نجسة

Pertanyaan: Bagaimana hukum bangkai hewan laut yang bisa hidup di darat, seperti katak, buaya, ular dan kepiting?

Jawab: Ulama Hanafiyah berkata bahwa matinya hewan yang bisa hidup di air tidak najis, seperti ikan, katak dan kepiting. Ulama Syafiiyah berkata bahwa bangkai hewan laut yang bisa hidup di darat, seperti katak, buaya dan ular, hukumnya adalah najis.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here