Bagaimana Hukum Penyelundupan Barang Impor Ilegal?

1
8

BincangSyariah.Com- Belakangan marak penyelundupan barang impor ilegal ke Indonesia. Penyelundupan komoditas impor tersebut sangat merugikan keuangan negara. Berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kemenkeu, pada tahun 2019 silam terdapat 17.716 penindakan atas kasus penyelundupan. Adapun nilai kerugian dari penyimpangan perpajakan tersebut mencapai Rp 4.772 triliun

Pengertian penyeludupan adalah membawa barang atau komoditas secara ilegal dan tersembunyi  ke sebuah negara  tanpa proses izin dan undang-undang atau peraturan resmi. Nah, bagaimana hukum Islam memandang penyelundupan barang impor ilegal ke sebuah negara?

Menurut Dar Ifta Mesir, penyelundupan barang impor ilegal ke sebuah negara merupakan praktik yang terlarang. Pasalnya, penyelundupan itu mengakibatkan kerugian ekonomi atau keuangan negara, mata uang, industri, dan produksi nasional negara sasaran penyelundupan tersebut. Nahasya juga, penyelundupan ilegal berakibat lumpuh dan kehilangan mata pencaharian masyarakat luas.

Berdasarkan argumen tersebut, Lembaga Fatwa Mesir mengatakan penyelundupan barang impor ilegal adalah haram. Tak hanya itu, orang yang ikut berpartisipasi di dalamnya, dan orang yang membantu memuluskan tujuan penyelundupan tersebut pun dilarang oleh hukum.

Dar Ifta Mesir mengatakan :

لأنها تضر باقتصاد الدول، وتضر كذلك بأقوات الناس وبمنظومة البيع والشراء من جهات متعددة

Artinya: Karena sesungguhnya praktik demikian merugikan perekonomian negara, dan juga merugikan mata pencaharian masyarakat. Dan juga merusak sistem jual-beli dalam berbagai pihak.

Ada pun dasar dari pengharaman penyelundupan barang impor ilegal tersebut sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an dalam Q.S. an-Nisa ayat 29;

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Yā ayyuhallażīna āmanụ lā ta`kulū amwālakum bainakum bil-bāṭili illā an takụna tijāratan ‘an tarāḍim mingkum, wa lā taqtulū anfusakum, innallāha kāna bikum raḥīmā

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.

Menurut Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dalam kitab  Fatawa Nur ala ad Darbi, syariat Islam tak membenarkan perilaku penyelundupan komoditas ilegal. Terlebih apabila komoditas impor yang diselundupkan itu sesuatu yang haram, misalnya; narkoba, ganja, dan miras. Maka perbuatan tersebut  masuk dalam golongan dosa besar.

Ibn Baz berkata;

لأن التهريب يضر الناس، ويضر إخوانه في البيع والشراء، فيخالف الدولة، والمسلم مأمور بالسمع والطاعة

Artinya; penyelundupan barang ilegal tersebut membuat mudharat bagi manusia, pun mendatangkan kesulitan / kemudharatan bagi pedadang dan merusak persaingan sehat. Di samping, penyelundupan merupakan pelanggaran terhadap peraturan negara. Padahal seorang muslim dianjurkan untuk taat dan patut terhadap pemerintah.

Demikian penjelasan fiqih Islam terkait, bagaimana hukum penyelundupan barang impor ilegal? Semoga bermanfaat.

(Baca: Hukum Menonton Film Melalui Situs Streaming Ilegal Menurut Etika Bisnis Islam)

 

 

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here