Bagaimana Hukum Menikah dengan Anime?

9
1555

BincangSyariah.Com – Berikut penjelasan hukum Islam terkait bagaimana hukum menikah dengan anime. Selamat membaca!

Anda penggemar berat anime? Hobi mengoleksi pelbagai macam anime? Bagi pecinta anime dan kartun tentu tak asing dengan film animasi, seperti ; Captain Tsubasa, Violet Evergarden, Mirai, Kimi No Suizou Wo Tabetai, Seven Deadly Sins, Naruto, Doraemon, Dragon Ball, atau Detective Conan.

Namun  berbeda dengan pemuda Jepang satu ini, bagi Akihiko Kondo, ia tak sekadar hobi menonton dan kolektor anime. Pemuda ini telah memutuskan menikah dengan Miku, sosok karakter anime. Miku merupakan anime berbentuk hologram yang di letakkan dalam kapsul kaca. Miku pun ia pajang di pojok ruangan. Akihiko dan Miku melangsungkan pernikahan pada 2018 lalu. Ada sekitar 39 tamu undangan yang datang.

Inilah probelematika kehidupan manusia modern. Terbilang cukup rumit.  Sukar ditebak. Terlebih seiring perkembangan teknologi dan komunikasi. Apa yang terjadi di Jepang tak menutup kemungkinan, suatu waktu terjadi di Indonesia, atau negara muslim lainnya.

Nah, dalam hukum Islam, bagaimana hukum menikah dengan anime?

Terkait hukum menikah dengan anime, Syaikh Abdurrahman Aljiziri dalam kitab Al-Fiqh alal Mazahibul Arba’ah, Juz V,pada halaman 10, menjelaskan tak sah akad nikah selain dengan manusia.

Abdurrahman Aljaziri menjelaskan:

لا يصح العقد على ما ليس من جنس الانسان كإنسانةالماء مثلا فإنها كالبهائم

 Artinya: Tidak sah akad nikah dengan selain jenis manusia, seperti manusia ikan (putri duyung) seumpamanya, maka sesungguhnya itu digolongkan binatang.

Adapun menikah dengan anime, tergolong tidak sah. Pasalnya anime bukanlah satu spesies/jenis dari manusia. Pernikahan yang sah menurut Al-Jaziri harus sejenis dengan manusia itu sendiri (baca: manusia dengan manusia).

Pendapat senada diungkapkan oleh Sirajuddin Abi Muhammad Ali Au’syi Al Hanafi dalam kitab Fatawa Sirajiyyah fi Fiqhi Hanafi. Syaikh Sirajuddin menekankan pernikahan akan dipandang sah hanya dengan jenis yang sama. Pernikahan manusia yang berbeda jenis dengan manusia maka tidak sah. Misalnya manusia dengan ikan duyung, atau manusia dengan jin, pun manusia dengan anime, tidak sah akad nikahnya.

Beliau  menulis dalam kitab Fatawa Sirajiyyah fi Fiqhi Hanafi , halaman 192:

لا يجوز المُنَاكَحَة بين الإنس والجن، وإنسان المائي؛ لاختلاف الجنس

 Artinya: Tidak  boleh menikah antara manusia dengan jin dan manusia dengan putri duyung (baca: manusia air). Larangan pernikahan itu karena perbedaan jenis.

Dalam Alquran pun jelas dikatakan perintah menikah hanya dengan jenis manusia. Lihat firman Allah berikut:

Firman Allah dalam Q.S an-Nisa ayat 3:

فانكحوا ما طاب لكم ‏من النساء

Artinya: Nikahi kamulah para wanita yang kalian senangi.

Firman Allah dalam Q.S An-Nahl ayat 72:

والله جعل لكم من أنفسكم أزواجاً

Artinya: Allâh menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu

Pun Firman Allah dalam Q.S ar-Rum ayat 21:

 ومن آياته أن ‏خلق لكم من أنفسكم أزواجاً

Artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri

Para mufasir ketika menafsirkan ayat ini mereka mengatakan bahwa yang dimaksud dengan  dua ayat tersebut (An-Nahl dan Ar-Rum) adalah menikahi dengan sejenis manusia.

Mufassir berkata:

قال المفسرون في معنى الآيتين: ( جعل لكم ‏من أنفسكم أزواجاً ) أي من جنسكم ونوعكم وعلى خلقكم

Artinya: berkata dua mufassir tentang dua ayat tersebut, (ja’ala lakum min anfusikum azwaja) maksudnya menikah dari jenis kamu, dan golonagn kamu atau makhluk yang sama dengan kamu.

Demikianlah keterangan  bagaiaman hukum menikah dengan anime? Semoga bermanfaat.

(Baca: Menikah dengan Jin, Bagaimanakah Hukumnya?)

Celengan Pemuda Tersesat
Celengan Pemuda Tersesat
100%

9 KOMENTAR

  1. Akhirnya dijawab dengan serius.

    Permasalahan kontemporer memang selayaknya dijawab oleh para ulama; tidak buru-buru melabelinya dengan “pertanyaan bercanda”.

    Terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here