Bagaimana Hukum Mengganti Nama Setelah Dewasa Dalam Islam?

1
10

BincangSyariah.com- Dalam Islam sunah hukumnya menamai anak dengan nama yang indah dan bagus. Anjuran itu bersumber dari Nabi SAW. Lantas bagaimana dengan seorang yang ingin mengganti namanya setelah dewasa? Misalnya ada seorang laki-laki bernama Jenglot Pribadi, ketika dewasa ia ingin merasa malu menggunakan nama tersebut. Ia lantas mengganti namanya menjadi Ahmad Sukri Pribadi. Bagaimana hukum mengganti nama setelah dewasa dalam Islam?.

Menurut Abu Zakaria Muhyuddin an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar An-Nawawiyah,  mengatakan sunat boleh hukumnya seorang mengganti nama dengan nama yang lebih baik. Imam Nawawi berargumen kebolehan tersebut berdasarkan hadis Nabi Muhammad yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.

Nabi bersabda;

روينا في صحيحي البخاري ومسلم، عن أبي هريرة رضي اللّه عنه؛ أن زينبَ كان اسمُها برّةَ، فقيل‏:‏ تزكَي نفسها، فسمَّاها رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم زينب‏.‏

Artinya: Dari Abi Khurairoh semoga Allah meridhainya; bahwa Zainab awalnya namanya adalah Barrah, maka dikatakan baguskanlah namanya, maka Rasulullah menamainya dengan Zainab.

Di samping itu juga ada hadis yang bersumber dari Imam Bukhari;

عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ أَبَاهُ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : مَا اسْمُكَ ؟ قَالَ : حَزْنٌ . قَالَ : أَنْتَ سَهْلٌ . قَالَ : لا أُغَيِّرُ اسْمًا سَمَّانِيهِ أَبِي . قَالَ ابْنُ الْمُسَيَّبِ : فَمَا زَالَتْ الْحُزُونَةُ فِينَا بَعْدُ

Artinya; Dari Musayib dari ayahnya , bahwa ayahnya datang kepada Nabi Muhammad SAW, maka nabi bertanya padanya; Siapa nama mu? Ia menjawab; Hazan (sedih). Kemudian Nabi mengganti namanya, nama berkata; Kamu Sahal. Lantas ayahku berkata; Tidak, aku tidak akan merubah nama yang pernah diberikan oleh ayahku. Ibnu Musayyib berkata; “Maka ia masih saja terlihat sedih ketika bersama kami, setelah peristiwa itu.

Terdapat juga hadis riwayat Imam Muslim, yang menjelaskan bahwa baginda Nabi Muhammad langsung mengganti anak Ibn Umar. Rasul bersabda;

فعن ابن عمر : أن ابنة لعمر كانت يقال لها عاصية فسماها رسول الله صلى الله عليه وسلم جميلة . رواه مسلم

Artinya; Bersumber dari Ibn Umar; bahwa sesungguhnya ada sahabat bernama Umar dan ia (baca; Umar) menamai putrinya dengan A’shiyah (maksiat), maka Rasulullah mengganti nama tersebut, dan Nabi menamainya dengan Jamilah (cantik).

Termaktub dalam kitab Fatawa Syubkatul Islamiyah asy Syamilah, Jilid XIII, bahwa hukum asal mengganti nama menjadi lebih baik dan bagus adalah boleh. Namun, terkadang mengganti nama menjadi wajib tatkala nama tersebut bertentangan dengan akidah Islam, misalnya nama seseorang Abdul Al-Masih, atau Abdul Rasulullah.

Dalam kitab Fatawa Syubkatul Islamiyah assy Syamilah, Jilid XIII, halaman 14211 dijelaskan;

فالأصل أن تغيير الأسماء جائز طلبا لاسم حسن أو أحسن، بل قد يكون تغيير الاسم واجبا، وذلك في حق من تسمى باسم ينافي عقيدة الإسلام كعبد المسيح أو عبد الرسول ونحوه

Artinya; Maka hukum asal mengganti nama kepada nama yang lebih baik adalah boleh hukumnya. Tapi terkadang mengganti nama menjadi wajib. Demikian itu apabila nama seseorang itu bertentangan dengan akidah Islam, seperti nama Abdul  Al Masih atau Abdul Rasul dll.

Demikian keterangan bagaimana hukum mengganti nama setelah dewasa dalam Islam. Semoga bermanfaat.

(Baca:Mengganti Nama Karena Sakit-sakitan, Bolehkah?)

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here