Bagaimana Hukum Memakan Daging Kudanil?

0
40

BincangSyariah.Com – Hewan kudanil belakangan viral di Indonesia. Pelbagai platform media media arus utama; elektronik  dan daring, menghiasi pemberitaan tentang kudanil yang diberi makan botol plastik. Pun media sosial; Instragram, Twitter, Tiktok, dan facebook ramai memperlihatkan video warganet, kudanil diberi makan sampah plastik yang dilempar oleh pengunjung Taman Safari.

Kemudian muncul persoalan, dalam Islam, bagaimana hukum memakan kudanil?

Menurut Darul Ifta Birmingham, Kudanil tergolong ke dalam spesies hewan herbivora (pemakan rumput). Selain itu, kudanil juga tidak mengonsumsi daging atau kotoran. Kudanil  bukan kepada hewan predator. Untuk itu, Darul Ifta Birmingham membolehkan manusia memakan dan  mengonsumsi  daging kudanil.

Menurut Darul Ifta  Birmingham ada alasan lain  di balik fatwa halalnya daging kudanil. Hewan ini tergolong herbivora,  kudanil  tak  masuk kepada hadis larangan Nabi  Muhammad SAW untuk memakan hewan yang memiliki taring [karnivora] dari hewan pemangsa dan burung yang memiliki cakar [burung pemangsa].

Hadis larangan memakan binatang buas yang bertaring itu tertuang dalam H.R Muslim nomor 1933. Hadis itu berbunyi:

كُلُّ ذِي نَابٍ مِنْ السِّبَاعِ فَأَكْلُهُ حَرَامٌ

artinya: setiap binatang buas yang bertaring, maka memakannya adalah haram.

Dan juga ada hadis Bukhari nomor 5530, berbunyi:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – نَهَى عَنْ أَكْلِ كُلِّ ذِى نَابٍ مِنَ السِّبَاعِ

Artinya: sesungguhnya Rasul melarang memakan hewan buas yang bertaring.

Nah, menurut Darul Ifta Birmingham, kudanil tak tergolong binatang buas. Ia adalah binatang pemakan rumput (herbivora). Lembaga Fatwa Birmingham menulis:

ولأنه ليس من السباع ولا من أكلة الجيف فأشبه الظبي

 Artinya: karena sesungguhnya kudanil itu bukan tergolong hewan buas , dan juga tak makan kotoran/ bangkai, maka kudanil itu hewan yang menyerupai rusa.

Menurut Wakil Ketua Asosiasi Ulama Sudan dan  Ketua Majma’ Fiqh Sudan Syeikh Hayy Yusuf,  halal hukumnya memakan daging kudanil. Syekh Yusuf mengatakan para ulama juga ada yang mengatakan anjing laut, bulu babi laut, dan kuda laut juga halal.

Syekh Yusuf menjadikan firman Allah dalam Q.S Almaidah ayat 96:

أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِ ۖ وَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُ الْبَرِّ مَا دُمْتُمْ حُرُمًا ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Artinya: Dihalalkan bagimu hewan buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) hewan darat, selama kamu sedang ihram. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan (kembali).

Demikian keterangan tentang bagaimana hukum memakan daging kudanil?

(Baca: Hukum Mengonsumi Daging Kura-kura, Halal Atau Haram?)

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here