Bagaimana Cara Menghapus Dosa Ghibah?

0
375

BincangSyariah.Com – Membicarakan keburukan orang lain termasuk dosa yang berkaitan dengan hak orang lain oleh karena itu untuk menghapuskan dosa dari berghibah dan mendengarkannya harus meminta keridhaan yang bersangkutan sebelum meminta ampun kepada Allah.

Hal tersebut sejalan dengan penjelasan Imam Ghazali dalam Ihya Ulumu ad-Din mengatakan bahwa istighfar yang diucapkan seorang muslim tidak akan cukup sehingga ia meminta maaf kepada orang yang dighibahkannya. Sementara jika orang yang dighibahkan telah meninggal hendaknya ia memintakan ampunan dan mendoakan kebaikan baginya. Sebab dalam sebuah hadis dikatakan

من كانت عنده مظلمة لأخيه من عرضه أو شيء فليتحلله منه اليوم قبل أن لا يكون دينار ولا درهم، إن كان له عمل صالح أخذ منه بقدر مظلمته، وإن لم يكن له حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحمل عليه. أخرجه البخاري

Barang siapa memiliki tanggungan kezaliman terhadap saudaranya, entah dalam hal kehormatan atau pun hartanya, maka hendaklah meminta kehalalannya hari ini. Sebelum datang hari(kiamat) di mana tidak berguna lagi dirham dan dinar. Pada hari kiamat nanti,bila seseorang yang menzalimi belum meminta kehalalan dari saudaranya, maka bila ia memiliki amal kebaikan, sebagian amal kebaikannya itu diambil sekadar kezaliman yang ia lakukan untuk diserahkan kepada orang yang pernah ia zalimi.Bila ia sudah tidak memiliki sisa amal kebaikan, maka dosa yang dimiliki orang yang pernah ia zalimi di dunia akan dilimpahkan kepadanya senilai kezaliman yang pernah ia lakukan. (HR. Bukhari)

Namun terdapat perbedaan ulama dalam hal ini, apakah untuk menghapus dosa ghibah harus meminta maaf dan memberitahukan seseorang yang pernah kita ghibahkan atau tidak?

Pendapat pertama kafarat atau penghapus dosa ghibah cukup dengan memintakan ampunan kepada Allah untuk dirinya dan orang yang pernah ia gosipkan serta tidak perlu memberitahukan perbuatan kita padanya.

Baca Juga :  Najiskah Makanan atau Minuman yang Tercampur Bangkai Semut?

Pendapat kedua mengatakan, jika mengenal secara personal yang digosipkan maka alangkah baiknya meminta maaf dan meminta keridhaannya secara langsung, tapi jika orang tersebut bukan orang yang dikenal maka diperbolehkan meminta maaf dengan cara mendoakan orang itu dan memperbanyak amal baik untuk menghapus dosa ghibah tersebut. Imam Ghazali juga menambahkan bisa juga sebagai gantinya dengan membicarakan kebaikan orang tersebut kepada orang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here