Bagaimana Al-Qur’an Menggambarkan Kesombongan ?

0
1222

BincangSyariah.Com – Kesombongan adalah diantara perilaku tercela yang ditegaskan keburukannya dalam agama. Di banyak ayat dalam Al-Qur’an, Allah mencontohkan betapa buruknya sifat kesombongan dengan menyebutkan beberapa sosok yang dikategorikan demikian. Sosok yang digambarkan sebagai sosok yang pertama kali menyombongkan diri adalah Iblis. Ini misalnya digambarkan dialognya dalam surah Al-A’raf [7]: 12-13,

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ * قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ

(Allah) berkata apa yang menghalangimu (Iblis) tidak bersujud sementara Aku sudah perintahkan engkau untuk sujud. (Iblis) berkata, saya lebih baik dari dia (Adam). Engkau ciptakan aku dari api sementara Engkau ciptakan dia dari tanah (12) Allah memerintahkan turunlah engkau (Iblis) dari surga, tidak berhak bagimu untuk merasa hebat di dalamnya. Keluarlah, sesungguhnya engkau termasuk golongan makhluk-makhluk yang hina. (13)

Selain Iblis, selanjutnya ada sosok-sosok lain yang diceritakan memiliki sifat demikian. Misalnya Fir’aun yang sombong terhadap Nabi Musa bahkan sampai mengaku Tuhan; Namrud yang sombong terhadap Ibrahim soal patung-patung yang ia sebut Tuhan; hingga orang-orang yang merasa tidak perlu mempercayai adanya Tuhan dan kehidupan setelah kematian. Mereka semua digambarkan dalam Al Qur’an dengan kosa kata takabbur; kibr (keduanya bermakna sombong) atau istikbaar (menganggap dirinya besar).

Sombong bisa disebabkan oleh banyak hal. Iblis misalnya merasa dirinya lebih baik karena diciptakan dari materi yang ia anggap “lebih baik” yaitu api. Kesombongan atau keangkuhan juga bisa disebabkan oleh kedudukan, seperti para Raja dihadapan para Nabi. Kadang ia disebabkan oleh harta yang lebih banyak. Orang yang merasa hartanya akan abadi bersamanya, digambarkan Al Qur’an sedang memiliki sifat At-Takatsur (terus menerus memperbanyak harta).

Baca Juga :  Herayati dan Tiga Modal Pentingnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here