Azab Neraka Bagi Orang yang Berbuka di Siang Hari Ramadhan

0
966

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, Rasulullah berdakwa dengan tabsyir (memberi kabar gembira) dan tanzir (memberi peringatan). Memang hadis-hadis yang menerangkan tentang azab dan siksa banyak, tapi tidak lebih banyak dari hadis yang menerangkan tentang anjuran beribadah serta pahala yang dijanjikannya.

Adapun hadis-hadis tentang tanzir di antaranya adalah ancaman bagi seseorang yang berbuka puasa sebelum waktunya. Sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut

 عن أَبُي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِي رَجُلانِ ، فَأَخَذَا بِضَبْعَيَّ ، فَأَتَيَا بِي جَبَلا وَعْرًا ، فَقَالا لِي : اصْعَدْ حَتَّى إِذَا كُنْتُ فِي سَوَاءِ الْجَبَلِ ، فَإِذَا أَنَا بِصَوْتٍ شَدِيدٍ ، فَقُلْتُ : مَا هَذِهِ الأَصْوَاتُ ؟ قَالَ : هَذَا عُوَاءُ أَهْلِ النَّارِ ، ثُمَّ انْطَلَقَ بِي فَإِذَا بِقَوْمٍ مُعَلَّقِينَ بِعَرَاقِيبِهِمْ مُشَقَّقَةٍ أَشْدَاقُهُمْ تَسِيلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا ، فَقُلْتُ : مَنْ هَؤُلاءِ ؟ فَقِيلَ : هَؤُلاءِ الَّذِينَ يُفْطِرُونَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ

Dari Abu Umamah berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, ‘Ketika aku tidur, aku bermimpi didatangi dua orang malaikat membawa pundakku. Keduanya membawaku ke gunung yang terjal. Mereka berkata; Naiklah!, kemudian ketika aku sampai di puncak gunung tiba-tiba terdengar suara melengking keras. Aku bertanya; ‘Apa itu?’ Mereka menjawab; ‘Itu suara penghuni neraka.’

Kemudian mereka membawaku, kemudian saya mendapati suatu kaum yang bergantungan tubuhnya, dari mulutnya yang pecah keluar darah. Aku bertanya;’Siapa mereka?’ Mereka menjawab; ‘Mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa sebelum diperbolehkan waktunya berbuka puasa.'” (HR. An-Nasai)

Selain diriwayatkan an-Nasai, hadis di atas diriwayatkan sejumlah sejumlah ulama hadis seperti Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, al-Thabari, Ibnu ‘Asakir, al-Hakim dan al-Baihaqi. Menurut al-Dzahabi, sanad hadis ini shahih sebab diriwayatkan oleh para perawi yang terpercaya. Selain itu hadis ini juga dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Mawarid al-Dzam’an dan oleh Syaikh al-Muqbil dalam  al-Shahih al-Musnad.

Menurut al-Dzahabi dalam kitab al-Kabair, hadis ini menjelaskan ancaman bagi orang yang meninggalkan puasa bahwa hal tersebut termasuk dosa yang sangat besar di sisi Allah Swt jika ditinggalkan tanpa alasan seperti sakit atau haid dan bukan sebab mendapat rukhshah (keringanan) seperti dalam perjalanan panjang.

Baca Juga :  Apakah Kotoran Cicak Najis Menurut Ulama Fikih? Ini Penjelasannya

Bagi seseorang yang meninggalkan puasa atau membatalkan puasanya di siang hari sebelum diperbolehkan berbuka, maka azab dan siksa yang Rasulullah jelaskan dalam hadis di atas akan menantinya kelak di akhirat.

Menurut ABu Bakar al-Syasyi dalam Hiyatul Ulama’, membatalkan puasa di siang hari Ramadhan merupakan perbuatan maksiat yang menunjukkan rusaknya hati seorang muslim. Karena itu, bagi yang telah melakukan itu dengan sengaja maka ia diharuskan untuk bertaubat kepada Allah Swt dengan taubat yang sungguh-sungguh. Yaitu dengan penuh penyesalan dan kesadaran diri tidak akan mengulanginya. Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here