Ayat Al-Quran tentang Serangga

1
62

BincangSyariah.Com – Serangga ada berbagai macam spesiesnya. Hewan yang dalam bahasa Inggris ini disebut insect ini ada yang bermanafaat seperti lebah, ada juga yang seringkali dihindari oleh manusia dengan diusir-usir, semisal lalat atau nyamuk. Tapi tahukah kamu bahwa tiga serangga yang penulis sebutkan tadi adalah diantara serangga yang disebutkan di dalam Al-Quran.

Ada tujuh serangga yang disebutkan dalam Al-Quran. Di mana saja ayat Al-Quran yang berbicara tentang serangga? Berikut nama serangga beserta ayat dan artinya.

  1. Nyamuk (al-Ba’uudhoh)

إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَن يَضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۖ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ – البقرة: ٢٦

Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpaan (kekuasaan-Nya) dengan seekor nyamuk dan yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman (mendapati contoh itu) jadi mengetahui bahwasanya itu kebenaran Tuhan. Adapun orang-orang yang mengingkari (kafir) mereka mengatakan “apa yang Allah kehendaki dengan contoh (seperti) ini?” Dengan (perumpaan) tersebut banyak orang dibiarkan-Nya sesat dan dengan itu banyak  pula yang diberi-Nya petunjuk. Dan Allah tidaklah menyesatkan siapapun kecuali orang-orang yang fasik.

Pesan utama dari ayat ini adalah, untuk menegaskan kemahakuasaan-Nya, Allah tidak malu menggunakan contoh yang mungkin di mata manusia sangat remeh dan tidak dianggap, semisal nyamuk atau organisme yang jauh lebih kecil lagi. Ada penjelasan dari Gus Baha yang sangat menarik bagaimana Allah menunjukkan kekuasaan-Nya dengan nyamuk. 

  1. Belalang (al-Jarad) dan Kutu (al-Qaml)

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُّفَصَّلَاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُّجْرِمِينَ – الأعراف: ١٣٣

Baca Juga :  Tidak Ada Kata Terlambat untuk Bertobat

Maka kami kirimkan kepada mereka angin topan/bencana, belalang, kutu, kodok, dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka tetap merasa sombong dan mereka (dahulu) adalah kaum yang berdosa (al-A’raf: 133)

Dalam ayat ini, Allah membicarakan belalang dan kutu dalam konteks sebagai azab bagi suatu kaum. Para ulama tafsir menyebut bahwa sebab turunnya ayat ini (sabab an-nuzul) adalah peristiwa tersebut terjadi di zaman Nabi Musa As. Azab tersebut diturunkan kepada kaum Firaun yang menolak beriman kepada Nabi Musa As. Menurut al-Qurthubi, diriwayatkan kalau azabnya diturunkan secara bertahap namun kaum Aqbath (orang Qibthi, sebutan masyarakat Mesir Kuno) tetap enggan beriman kepada Nabi Musa As.

  1. Lebah (an-Nahl)

وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ – ٦٨ – ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِّلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ – ٦٩

Dan Tuhanmu telah mengilhamkan kepada lebah, “buatlah sarang di gunung-gunung, pohon-pohon kayu, dan di tempat yang dibikin manusia. (68) Kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir. (69) 

Dua ayat tersebut adalah ayat yang secara tegas menggambarkan bagaimana Allah menciptakan lebah dan sesuai dengan bagaimana hari ini lebah berperilaku. Allah membimbingnya untuk bisa menciptakan rumahnya sendiri dan memakan buah-buahan. Dengan izin Allah, apa yang dihisap oleh lebah kemudian menghasilkan apa yang disebut sebagai madu, yang dapat berfungsi sebagai obat. Salah satu riwayat yang menyebutkan kalau yang dimaksud obat (syifa’) dalam ayat ke-69 itu adalah madu, adalah Ibn Abbas.

  1. Lalat (adz-Dzubabah)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ ۚ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ لَن يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ ۖ وَإِن يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَّا يَسْتَنقِذُوهُ مِنْهُ ۚ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ  – الحج: ٧٣

Baca Juga :  Apakah Boleh Anak Sendiri Menikah dengan Anak Tiri?

Wahai manusia, telah diberikan perumpaan maka simaklah! Sesungguhnya yang kalian sembah selain Allah, mereka (sendiri) tidak akan sanggup (walau cuma) menciptakan lalat, meskipun mereka semua berkumpul untuk melakukannya. Dan andaikan lalat merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan lemah juga yang disembah. (al-Hajj: 73)

Dalam ayat ini, Allah berfirman tentang lalat dalam konteks Allah menegaskan kembali kemahakuasaan-Nya. Ayat ini menyebutkan lalat dalam konteks menantang “tuhan-tuhan” yang disembah orang-orang kafir, tidak akan mampu bahkan hanya untuk membuat lalat. Bahkan, jika lalat itu melakukan sesuatu terhadap “tuhan-tuhan” mereka, “tuhan-tuhan” ini pun tidak bisa menghalanginya.

  1. Semut (al-Naml)

حَتَّى إِذَا أَتَوْا عَلَى وَادِي النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ – النمل: ١٨

Hingga ketika mereka tiba di satu lembah (yang terdapat sarang) semut, salah satu semut berkata “wahai para semut, masuklah ke rumah-rumah kalian agar rombongan Nabi Sulaiman dan tentaranya tidak menginjak kalian dan mereka tidak menyadari hal itu.” (an-Naml: 18).

  1. Laba-Laba (al-‘Ankabut)

مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاء كَمَثَلِ الْعَنكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنكَبُوتِ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ  – العنكبوت: ٤١

Perumpaan orang-orang yang mengambil pelondung kepada selain Allah adalah seperti laba-laba yang memiliki (sarang) rumah. Sesungguhnya rumah paling rapuh adalah sarang laba-laba, andaikan mereka mengetahui sejak awal (al-‘Ankabut; 41)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here