Ayah yang Tidak Menafkahi Anak, Bolehkah Dituntut dalam Islam?

0
978

BincangSyariah.Com – Dalam banyak kasus, terdapat seorang ayah yang tidak memberikan nafkah kepada anak-anaknya. Sebabnya bermacam-macam. Ada yang karena tidak bertanggung jawab, ada yang karena sudah tua sehingga tidak mampu bekerja, dan sebab-sebab lainnya. Apa hukum ayah yang tidak menafkahi anak? Bolehkah anak menuntut ayahnya sendiri?

Dalam Islam, seorang ayah sebagai kepala rumah tangga diwajibkan untuk menafkahi anak-anaknya, baik anak laki-laki maupun perempuan. Kewajiban menafkahi anak ini ditegaskan oleh Allah dalam surah Al-Baqarah [2]: 33 berikut,

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنّ بِالْمَعْرُوفِ

Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut.

Menurut para ulama, kewajiban seorang ayah menafkahi anak bukan kewajiban yang menuntut, melainkan kewajiban yang bersifat muwasah atau kasih sayang. Karena itu, meski sejatinya kewajiban nafkah dikhususkan bagi ayah, namun kewajiban menafkahi menjadi gugur jika ibu atau orang lain terlebih dahulu memberikan nafkah kepada anak (tabarru’) untuk keperluan dan kebutuhan sehari-harinya.

Begitu juga kewajiban ayah menafkahi anak menjadi gugur jika anak sudah memiliki harta atau usaha yang bisa mencukupi kebutuhan dirinya. Anak yang sudah bisa mencukupi kebutuhan dirinya tidak wajib dinafkahi oleh ayah, karena anak dalam keadaan seperti itu sudah tidak perlu dikasihani dari segi nafkah oleh ayahnya.

Karena kewajiban nafkah bagi

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

يُشْتَرَطُ لِوُجُوبِ نَفَقَةِ الأْوْلاَدِ أَرْبَعَةُ شُرُوطٍ:الشَّرْطُ الأْوَّل: أَنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ لاَ مَال لَهُمْ وَلاَ كَسْبَ يَسْتَغْنُونَ بِهِ عَنْ إِنْفَاقِ غَيْرِهِمْ عَلَيْهِمْ. فَإِنْ كَانُوا مُوسِرِينَ بِمَالٍ أَوْ كَسْبٍ، فَلاَ نَفَقَةَ لَهُمْ، لأِنَّهَا تَجِبُ عَلَى سَبِيل الْمُوَاسَاةِ، وَالْمُوسِرُ مُسْتَغْنٍ عَنِ الْمُوَاسَاةِ

Kewajiban menafkahi anak ada empat syarat. Syarat pertama adalah mereka (anak-anak) harus dalam kondisi fakir, tidak punya harta maupun pekerjaan yang bisa mencukupi kebutuhan mereka sehingga tidak membutuhkan nafkah dari orang lain. Jika mereka memiliki harta atau pekerjaan, maka mereka tidak perlu diberi nafkah karena nafkah wajib berdasarkan muwasah atau kasih sayang, sementara orang yang mampu tidak perlu dikasihani.

Oleh karena kewajiban nafkah bersifat muwasah atau kasih sayang, bukan tuntutan, maka jika ada seorang ayah tidak menafkahi anaknya, ia tidak boleh dituntut dalam Islam. Hanya saja, ia mendapatkan dosa jika ia tidak menafkahi karena tidak bertanggung jawab dan lalai sebagai seorang ayah.

Baca Juga :  Siapa yang Lebih Berhak Membantu Saudara Kandung yang Kesulitan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here