Sunahkah Assholatu Khoirum Minan Nawm Azan Subuh Pertama?

0
74

BincangSyariah.Com – Tatswib adalah ucapan Assholatu khoirum minan nawm (shalat itu lebih baik daripada tidur).’ Tatswib ini biasanya dibaca ketika azan setelah masuk waktu Shubuh. Sementara pada azan pertama, yaitu sebelum masuk waktu Shubuh, biasanya tidak dibaca. Sebenarnya, bagaimana hukum baca Assholatu khoirum minan nawm pada azan Shubuh pertama, apakah juga disunnahkan? (Baca: Lupa Mengucap Tatswib dalam Azan Subuh, Sahkah Azannya?)

Menurut para ulama, ada dua azan yang disunnahkan di waktu fajar, yaitu azan sebelum masuk waktu Shubuh, dan kedua azan ketika sudah masuk waktu Shubuh. Kesunnahan ini telah ditetapkan oleh ulama fiqih, selain Imam Abu Hanifah dan Muhammad bin Al-Hasan. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

مِنَ الْمُقَرَّرِ عِنْدَ الْفُقَهَاءِ – عَدَا أَبِي حَنِيفَةَ وَمُحَمَّدِ بْنِ الْحَسَنِ – أَنَّ الْمَشْرُوعَ لِلْفَجْرِ أَذَانَانِ:أَحَدُهُمَا قَبْل وَقْتِهَاوَالثَّانِي عِنْدَ وَقْتِهَا

Termasuk perkara yang sudah ditetapkan oleh ulama fiqih-selain Imam Abu Hanifah dan Muhammad bin Al-Hasan- bahwa di waktu fajar disyariatkan dua azan. Pertama sebelum masuk waktu Shubuh atau fajar, dan kedua ketika masuk waktu Shubuh.

Mengenai tatswib, menurut Imam Nawawi, disunnahkan untuk dibaca baik pada azan pertama maupun azan kedua. Kesunnahan membaca tatswib ini sama-sama disunnahkan, baik pada azan maupun azan kedua.

Sementara menurut Imam Al-Baghawi, tatswib disunnahkan untuk dibaca di antara dua azan fajar. Artinya, jika azan pertama sudah membaca tatswib, maka pada azan kedua tidak perlu membaca tatswib lagi. Sebaliknya, jika azan pertama tidak membaca tatswib, maka pada azan kedua disunnahkan membaca tatswib.

Di antara dua pendapat di atas, pendapat Imam Nawawi merupakan pendapat yang lebih dzahir atau lebih jelas. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

Baca Juga :  Mizan al-Kubra; Solusi Ber-fikih Masa Kini

وَقَدْ قَال النَّوَوِيُّ: ظَاهِرُ إِطْلاَقِ الأْصْحَابِ أَنَّهُ يُشْرَعُ فِي كُل أَذَانٍ لِلصُّبْحِ سَوَاءٌ مَا قَبْل الْفَجْرِ وَبَعْدَهُ. وَقَال الْبَغَوِيُّ فِي التَّهْذِيبِ: إِنْ ثَوَّبَ فِي الأْذَانِ الأْوَّل لَمْ يُثَوِّبْ فِي الثَّانِي فِي أَصَحِّ الْوَجْهَيْنِ..فَالظَّاهِرُ أَنَّهُ يَكُونُ فِي الأْذَانَيْنِ كَمَا اسْتَظْهَرَ النَّوَوِيُّ

Imam Nawawi telah berkata; Menurut mutlaknya pendapat ulama Syafiiyah, bahwa tatswib disyariatkan dalam setiap azan Shubuh, baik sebelum fajar atau setelah fajar. Imam Al-Baghawi dalam kitab Al-Tahdzib berkata; Jika seseorang membaca tatswib pada azan pertama, maka ia tidak perlu membaca tatswib pada azan di dalam dua pendapat yang lebih sahih. Yang jelas bahwa tatswib  disunnahkan pada dua azan sebagaimana telah ditampakkan oleh Imam Nawawi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here