Assalamualaikum, 2019

0
1175

BincangSyariah.Com – Pukul 23.59 WIB berlalu, sedetik kemudian hari berganti untuk membawa kita menuju tahun yang baru. Berbagai peristiwa di 2018 patutnya menjadi pelajaran untuk kita semua, perbaiki yang kurang dan sempurnakan yang baik. Menyambut hari baru sejatinya adalah menyambut kebaikan, karunia, dan harapan. Assalamualaikum, 2019.

Dalam Islam, menyebarkan salam mayoritas hukumnya dikenal sebagai sunah muakkadah sebuah ibadah yang sangat dianjurkan. Salam adalah kalimat sapa, doa, dan pengharapan kepada Allah Swt. Rasulullah Saw. Bersabda:

يا ايها الناس افشوا السلام واطئموا الطعام وصلوا الارحام وصلوا بالليل و الناس نيام تدخلوا الجنة بسلام

“Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah silaturahmi, dan salatlah pada malam di mana manusia terlelap, niscaya kalian masuk surga dengan sejahtera. (HR. Ibnu Majah).

Dalam hadis tersebut, perintah menyebarkan salam termaktub dalam redaksi awal dan disambung dengan perintah sosial untuk memberi makan (orang-orang yang membutuhkan). Dalam hadis lain, Rasulullah juga menekankan hal serupa:

اي الاسلام خير؟ قال تطئم الطعام و تقرأ السلام على من عرفت وعلى من لاتعرف

“Amalan Islam apakah yang paling baik? Rasulullah menjawab: memberi makan kepada orang yang membutuhkan dan mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal dan kepada orang yang tidak engkau kenal.” (HR. Bukhari).

Dari kedua hadis di atas, terang bahwa dari sekian banyak ajaran Islam tentang kebaikan sosial, salam merupakan salah satu gerbang pembuka bagi manusia untuk menyalurkan kebaikan. Relasi sosial verbal terbangun karena salam, kesalehan sosial juga digenjot untuk terus tumbuh.

Pada 2018, berbagai peristiwa terjadi di Indonesia dan dunia. Kita dapat melihat bagaimana polarisasi politik sangat meresahkan lingkungan sosial maya. Kita juga tahu bahwa di belahan bumi sana masih banyak umat Islam yang tertindas karena ingin merdeka beragama. Dan baru-baru ini sejumlah rentetan bencana alam menerpa Indonesia.

Baca Juga :  Di Tengah Kegaduhan Politik, Ini Akhlak yang Seharusnya Dimiliki Umat Islam

Kita, mau tidak mau, dipaksa untuk peduli melihat rentetan kejadian ini semua. Tak cukup hanya dengan melihat, sebagai umat kita juga perlu untuk turun tangan. Jika kita bagian dari hamba Allah yang lemah, kita dapat berturun tangan lewat doa. Tapi sungguh, kita pasti tak ingin menjadi hamba yang lemah, bukan?

Pada 2019 ini, marilah sama-sama kita bermuhasabah. Kita evaluasi apa yang salah dari diri ini. Kita tengok saudara-saudara kita yang lemah, baik yang lemah secara finansial, iman, ataupun lemah karena bencana. Kita tidak boleh mendiamkan diri kita hanya sebagai seonggok daging yang bertulang doing nothing ketika hoaks berkeliaran, politisi saling adu mulut, korupsi merajalela, bencana tiba, dan ketika diri kita kehilangan arah.

Setiap masalah, Allah sediakan penawarnya, solusinya.

Beberapa yang hilang dari milik kita di 2018, semoga Allah ganti dengan sebaik-baiknya harapan yang kita haturkan dalam doa. Kehilangan adalah duka, namun berlarut dalam duka bukanlah solusi menuju kebaikan.

Mari, mari kita ucapkan salam kepada hari yang baru. Semoga kebaikan selalu tercurah di lembaran-lembaran hari di 2019. Semoga kita termasuk dalam bagian orang-orang saleh yang saling mendoakan—ada atau pun tidak ada lagi orang yang kita sayang.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here